Kunker ke Sergai, Gubsu : Sehebat Apapun Kota Jika Desanya Amburadul, Tidak akan Ada Kemajuan Signifikan

0
239
Gubsu, Edy Rahmayadi, saat memberikan sambutan saat kunjungan kerja (Kunker) ke Pemkab Sergai, Rabu (30/1/2019), di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati, di Sei Rampah. (Foto/ML.hrp/Rls)

Buktipers.com – Sergai (Sumut)

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, mengadakan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemkab Sergai,  Rabu (30/1/2019), di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati, di Sei Rampah.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua TP PKK Provsu, Hj Nawal Edy Rahmayadi, Forkopimda, Bupati Sergai, H Soekirman, Wabup, H Darma Wijaya, Sekdakab,  Hadi Winarno, Anggota DPRD Provsu dan Sergai, Ketua TP PKK Sergai, Ny Hj Marliah Soekirman, Ketua DPC GOPTKI, Ny Hj Rosmaida Darma Wijaya, Ketua DWP, Ny Hj drg Khairani Hadi Winarno, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Budaya, Pimpinan Parpol, Ormas/OMP, Lurah/Kades se-Sergai.

Bupati Sergai, ucapan selamat datang dan kehormatan atas kehadiran Gubsu beserta rombongan dalam rangka tatap muka dengan masyarakat Sergai. Sampai hari ini, Gubsu telah ketiga kali mengunjungi Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini. Begitu juga, saya dan Wabup telah tiga kali juga menghadiri undangan dari Gubsu yang diadakan di Kantor Gubernur, katanya.

Terimakasih atas nasehat dan masukan dari Gubsu, sehingga kerjasama antar OPD dapat semakin baik dilaksanakan. Hal tersebut kami buktikan dengan RPJMD Sergai yang telah disinkronkan dengan RPJMD Provinsi Sumatera Utara sesuai dengan tema HUT Sergai ke-15 Tahun 2019 yaitu membangun perekonomian desa yang berdaya saing untuk mewujudkan Serdang Bedagai Unggul, Inovatif dan Berkelanjutan menuju Sumut Bermartabat, katanya.

Sekilas tentang luas wilayah, potensi dan SDM di Kabupaten Sergai, antara lain, potensi wisata dan infrastruktur serta multikultural agama dan suku, namun tetap saling menghormati sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.

Perhatian akan pembangunan jalan susur pantai timur yang ada saat ini diharapkan dapat ditingkatkan, sehingga menjadi jalan ekonomi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui perdagangan.

Saat ini kami memiliki program unggulan pariwisata, pertanian dan budaya (Pataya) yang ditargetkan dengan keunggulan budaya dan seni dapat menarik wisatawan untuk datang ke Sergai. Guna mendukung hal tersebut telah dilaksanakan kerjasama dengan PT KAI untuk mewujudkan kereta api wisata yang dalam waktu dekat akan dibuka guna mendukung pariwisata di Sergai, papar Soekirman.

Mohon dukungan dari Pemerintah Provsu untuk mewujudkan hal tersebut antara lain dengan memberikan bimbingan dan arahan kepada pelaku UMKM agar lebih berkembang dan tidak habis oleh efek balik dari pembangunan infrastruktur, harapnya.

Gubsu dan Bupati Sergai tampak salam komando. (Foto/ML.hrp/Rls)

Prestasi seperti peringkat pertama terbaik se-Sumut dari Korsupgah KPK RI, kemudian meraih penghargaan Predikat Kepatuhan dari Ombudsman RI. Serta yang terbaru pada Januari 2019 ini, Pemkab Sergai meraih penghargaan atas SAKIP mendapatkan nilai B dari Kementerian PAN-RB, ucapnya.

Kunjungan kerja ini  diharapkan pembinaan dan koordinasi dengan Provsu dapat terus ditingkatkan, sehingga dengan kerjasama tersebut Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) dapat diselesaikan dengan baik. Pada kesempatan di usia Kabupaten Sergai yang ke-15 ini disampaikan dan mohon izin merencanakan pembangunan kantor Bupati yang dirasa telah waktunya, mengingat sepuluh tahun yang lalu kami lebih memilih membangun kantor Camat guna mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, ujar Bupati.

Gubsu Letjend (Purn) H Edy Rahmayadi, menyampaikan apresiasi atas penyambutan  Pemkab Sergai beserta masyarakat. Termasuk yang utama saya ingin bertatap muka dengan para Kepala Desa agar dapat membantu program “Membangun Desa Menata Kota” sebagai target wajah Sumut yang akan dating, katanya. Karena sehebat apapun kota, namun jika desanya amburadul, tidak akan ada kemajuan signifikan pada daerah tersebut, sebab semua perubahan berawal dari perkembangan desa, ujarnya.

Pastikan bahwa kita menjadi orang yang berguna, sebab kita diciptakan oleh Allah SWT agar dapat menolong orang lain. Jika kita tidak dapat melakukannya, artinya bahwa kita tidak berguna, tandasnya.

Pada poin “doa”, adalah hal yang sangat penting bahwa dengan doa akan memunculkan energi positif. Hal yang telah dibuktikan secara logis manusia berdasarkan penelitian Prof Masaru Emoto dari Jepang, bahwa fikiran, ucapan dan doa sangat penting bahwa doa dapat digunakan disaat kita senang, susah, sedih dan bagaimanapun keadaan kita, kata Gubsu.

Pada poin “motivasi”, setelah berdoa, kita harus mempunyai mimpi dan cita-cita yang besar yang menjadi motivasi. Hal ini ibarat Kepala Desa yang akan menjadikan desanya baik atau buruk, semua bergantung kepada motivasi diri kita sendiri, ucapnya.

Poin “pemimpin”, bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik, kriteria yang harus dipenuhi yaitu selalu berdoa, memiliki mimpi hebat, kasih sayang pada sesama terutama kaum dhuafa, menjadi contoh tauladan, tidak kenal kata menyerah, serta rela berkorban, jelasnya.

Dihimbau kepada seluruh masyarakat Sumut agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengasah kepekaan akan kepedulian pada sesama, agar yang mampu membantu yang kurang mampu, yang kurang mampu membantu yang tidak mampu, sehingga nantinya keterikatan batin kita semakin kuat dalam menciptakan Sumut Bermartabat, pesan Gubsu. (ML.hrp/Rls)