Kurir 11,5 Kg Sabu Tewas Ditabrak Truk saat Mencoba Kabur dari Polisi

0
178
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan barang bukti 11,5 kg sabu asal Malaysia, Selasa (9/7/2019). Narkoba ini diamankan dari Pieter Kristiono, yang tewas ditabrak truk saat berusaha kabur dari polisi. (Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Surabaya

Kurir 11,5 kilogram (kg) sabu dari bandar Malaysia, Pieter Kristiono (38), akhirnya meninggal dunia. Warga Indramayu, Jawa Barat, ini tewas dalam perawatan di rumah sakit karena kritis setelah ditabrak truk saat hendak melarikan diri dari polisi.

Saat perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya, seusai ditangkap polisi pada Kamis (4/7/2019), mobil yang membawa Pieter berhenti di SPBU Bekasi untuk mengisi bahan bakar. Saat itulah Pieter kabur. Nahas, begitu keluar dari mobil, sebuah truk pengangkut daging menghantamnya.

“Tersangka sempat dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan ini. Namun, nyawanya tidak tertolong. Jenazah tersangka sudah dibawa keluarganya pda Jumat, 4 Juli lalu,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Surabaya, Selasa (9/7/2019).

Beruntung, sebelum tewas, polisi telah mendapatkan sejumlah keterangan dari Pieter mengenai jaringan narkoba internasional itu sehingga ada petunjuk bagi polisi untuk mengusut. Dari keterangan tersangka, masih ada jaringan lagi yang belum tertangkap. “Sekarang masih diburu. Nanti secepatnya akan kami sampaikan,” ujarnya.

Luki menjelaskan, sabu milik Pieter tersebut kiriman dari seorang bandar di Malaysia. Barang haram itu dikirim menggunakan kapal ekspedisi. “Total sabu ada 11,5 kg (bukan 10 kg), dibagi ke dalam 10 galon cat,” katanya.

Sebelumnya, Ditreskoba Polda Jatim menganggalkan penyelundupan lebih dari 10 kg sabu jaringan internasional. Serbuk kristal tersebut diamankan dari seorang kurir atas nama Pieter Kristiono (38), di kawasan Kalideres Jakarta Barat. Untuk mengelabui petugas, sabu tersebut dibungkus plastik dan dimasukkan dalam 10 galon cat ukuran jumbo, merek USG Boral.

Hasil penyelidikan polisi, warga asal Indramayu, Jabar itu mendapat kiriman sabu dari seorang bandar di Malaysia. Sabu dikirim melalui ekspedisi dari Pontianak, untuk diedarkan di seluruh kawasan di Indonesia.

“Pengungkapan kasus ini hasil pengembangan dari penangkapan kurir di Gresik, Yoyok Priyono. Saat itu, kami mengamankan 5 kg sabu. Dia ini kelompok jaringan narkoba Myanmar, Malaysia, Jakarta dan Surabaya,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

 

Sumber : iNews.id