Kurir Sabu 45 Kg dan 40 Ribu Butir Ekstasi Terancam Hukuman Mati

0
154
Terdakwa A Upek. Tribun Medan/Victory Hutauruk
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan (Sumut)

Eksepsi terdakwa Kurir Sabu 45 kg dan 40 ribu butir ekstasi A Upek  warga Dumai Barat, Riau ditolak Jaksa Penentut Umum (JPU) Jacky Situmorang di PN Medan, Rabu (3/7/2019).

Jaks Jacky menegaskan dalam tanggapan bahwa sikapnya akan tetap seperti surat dakwaan yang telah dibacakan sebelumnya.

“Kami tetap pada surat dakwaan,” ucap dihadapan Hakim Ketua Erintuah Damanik.

Terdakwa pemilik sabu dan ekstasi jaringan narkoba internasional Indonesia-Malaysia ini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Usai pembacaan tanggapan, majelis hakim menutup sidang dan melanjutkannya pada pekan depan dengan agenda putusan sela.

Sebelumnya, dalam konfrensi pers Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, di Mapolrestabes Medan pada 26 Deember 2018 lalu menyebutkan kasus ini terungkap setelah pihaknya mendapat informasi bakal terjadi transaksi narkoba di Kota Medan.

Mendapat informasi tersebut, Tim Satres Narkoba Polrestabes Medan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap 4 orang yang berperan menjadi kurir.

Diantaranya Abdul Bayu yang diamankan di Jln Sei Situmandi, Kel Babura, Kec Medan Baru, pada Sabtu (22/12/2018).

Barang bukti yang diamankan yaitu sabu seberat 3.500 gram, satu unit timbangan elektrik, satu bungkus plastik klip dan satu unit HP.

Kemudian keesokan harinya, petugas kembali menangkap tiga orang tersangka atas nama Aupek, Junaidy Zulfan dan Aminal di Jln SM Raja Medan, tepatnya di pintu keluar gerbang tol Amplas.

“Selain 45.000 gram sabu dari ketiganya kita juga mengamankan barang bukti berupa 40.000 butir ekstasi, 6 kg keytamin, 1 unit timbangan elektrik, 1 bungkus plastik klip, 9 unit ponsel dan 11 kartu ATM,” katanya.

Kepada petugas, Aupek mengaku bahwa barang yang dia dapatkan berasal dari Malaysia dan diambil di Dumai. Dia mengatakan menerima barang haram itu di darat dan tugasnya hanya mengambil saja. Dia dijanjikan akan diberi upah Rp20 juta per kilogram barang yang berhasil diantar.

Orang yang menyuruhnya bernama Pak Cik warga negara Malaysia. Aupek mengungkapkan bahwa tertangkapnya dia merupakan aksi kedua dirinya beraksi. Karena sebelumnya dia sudah pernah mengedarkan 10 kilogram sabu beberapa waktu lalu.

 

Sumber : tribunnews.com