Laka Laut di Pesisir Pantai Desa Ngurwalek, Satu Orang Meninggal Dunia

0
85
Korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa.
Dijual Rumah

Maluku Tenggara, buktipers.com – Alberikus Welerubun (AW) alias Erik (33), swarga Desa Uwat Kampung Besar, dilaporkan tenggelam, di pesisir pantai Desa Ngurwalek, Kecamatan Kei Besar Utara Barat (KBUB), akibat kecelakaan laut, pada Jumat (19/6/2020), lalu.

Kronologisnya, yaitu sekitar pukul 14:00 WIT,  korban AW, bersama sepuluh orang rekan-rekannya, sedang menjaring ikan, di pesisir pantai Desa Nurwaleg Malra dengan mengunakan satu unit speedboat mesin tempel berkapasitas 40 PK.

Setibanya di lokasi yang dituju, kemudian secara bersama-sama, mereka menebarkan jala ke laut untuk mengepung gerombolan ikan.

Lalu, mereka melompat ke laut untuk mengelabui ruaya gerombolan ikan yang terkepung dalam kurungan lingkaran jaring.

Di saat giliran korban AW melompat ke laut, saat itu saksi Yusuf Namsa (YN) yang masih berada di speedboat, melihat korban dalam keadaan baik dengan jarak antara lompatan sekitar 25 meter.

Selanjutnya, saksi YN melompat ke laut dan memegang tali jaring yang telah dilepaskan ke laut tersebut. Saat itu, saksi YN tidak memperhatikan aktifitas korban karena jarak yang agak jauh.

Menjelang kurang lebih 1 jam, jaring tersebut kemudian ditarik ke atas speedboat, disusul satu per satu dari mereka, naik ke atas speedboat untuk persiapan pulang.

Namun ketika mesin dinyalakan dan hendak bertolak, tiba-tiba saksi Melianus Welerubun (MW) mengatakan, bahwa “Kurang satu orang”.

Di saat itu, saksi Frans Welerubun (FW) sempat mencurigai, bahwa korban AW telah duluan ke pantai. “Jang sampe dia  (korban) dingin la su pigi di darat,”kata FW.

Karna resah disertai rasa panik takut dan cemas, kemudian mereka pulang ke Desa Uwat Besar untuk memastikan keberadaannya.

Setibanya di kampong, mereka mengecek ke rumah korban, namun korban tidak berada di kediamannya. Semenjak itu, timbul perasan gelisah diantara rekan-reka korban dan mereka kembali lagi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari korban.

Setelah beberapa saat berkeliling, mereka terlihat korban AW didalam air dengan posisi telungkup, menghadap ke dasar laut dengan ketinggian air sekitar satu meter.

Karena dipenuhi rasa kekuatiran, maka mereka kembali untuk kedua kalinya dan melaporkannya kepada pihak Desa untuk bersama-sama mendatangi lokasi TKP.

Selanjutnya, tubuh korban diangkat dari dalam air dan kemudian dibawa pulang ke kampung, lalu disemayamkan di kediamannya.

Kejadian ini, terjadi sekitar pukul 17:00 WIT, dan  Pejabat Kepala Desa Uwat  Kampung Besar Yosep Oce Namsa, membenarkan korban AW, tewas tenggelam.

Sepululuh rekannya yang menjadi saksi adalah : Jhon Radus Namsa, Ismail Rentua, Ali Renleuw, Efrem Welerubun, Syamsudin Nansa, Saleh Namsa, Emelianus welerubun, Frans Welerubun, Ulis Namsa dan Yusuf Namsa.

 

(Daniel Mituduan)