Lama Dinantikan Keluarga Korban, Bupati Simalungun Resmikan Monumen KM Sinar Bangun

0
412
Peresmiannya monumen KM Sinar Bangun, ditandai pengguntingan pita oleh Bupati Simalungun, JR Saragih, di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (2/5/2019). (Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Monumen tragedi KM Sinar Bangun yang telah lama dinantikan para keluarga korban, akhirnya telah berdiri kokoh dan diresmikan Bupati Simalungun, DR JR Saragih, SH, MM.

Tampak juga para keluarga korban kapal motor yang tenggelam 1 tahun silam itu.

Peresmiannya ditandai pengguntingan pita, di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (2/5/2019).

Turut hadir,  Wakil Bupati Simalungun, Ir Amran Sinaga, Ketua DPRD Simalungun, Drs Johalim Purba, Kapolres Simalungun, AKBP M Liberti Panjaitan, Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, Sekdakab Simalungun, Drs Gidion Purba, Tuan Guru Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk, Ephorus GKPS, Pdt M Rumanja Purba, mewakili berbagai denominasi gereja, perwakilan PTPN III dan IV, mewakili Bank Sumut, BNI, Mandiri dan BRI, Basarnas, Jasa Raharja, KNKT, Partuha Maujana Simalungun, serta keluarga korban.

Kapal bermotor KM Sinar Bangun yang tenggelam pada 18 JUni 2018 yang lalu, akibat cuaca buruk saat akan menyebrang dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras. Pada kejadian ini, sebanyak 164 orang menjadi korban hilang, 3 korban meninggal ditemukan dan 21 korban selamat.

Kepala BPBD Kabupaten Simalungun, Drs Mudahalam Purba menyampaikan, bahwa pembangunan monumen ini menelan biaya sebesar Rp 4 milyar, yang didapat dari dana CSR serta sumbangan dari para donatur.

“Tujuan dari pembangunan monumen ini sebagai tugu peringatan bagi korban KM Sinar Bangun agar dapat mengenang anggota keluarganya yang menjadi korban, sekaligus juga sebagai pengingat agar kejadian serupa tak terulang kembali,”ujarnya.

Mewakili keluarga korban, Osde Simarmata, menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Simalungun yang telah merealisasikan pembangunan monumen KM Sinar Bangun ini. Dirinya juga meminta kepada Pemerintah agar memperhatikan nasib dari anak- anak korban.

“Selama ini, bapak Bupati telah banyak membantu kami, kedepannya kami tetap berharap bapak memperhatikan nasib anak- anak kami untuk masa depannya,” ujarnya.

Kristian Nadeak, selaku tokoh masyarakat, juga  mengapresiasi pembangunan monumen KM Sinar Bangun ini.

Menurutnya, semenjak pembangunan monumen ini, banyak masyarakat yang berkunjung melihat monumen tersebut.

“Sekarang ini banyak kendaraan pariwisata yang datang ke Tigaras untuk melihat monumen ini. Hal ini tentu berdampak pada perekonomian masyarakat disini,”ujar Kristian.

Bupati Simalungun, JR Saragih, dalam sambutannya, menyampaikan, bahwa Pemkab Simalungun bersama Pemerintah Pusat, tetap berupaya memberikan yang terbaik bagi keluarga korban. Menurut Bupati, kesedihan keluarga korban menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga korban, mulai dari pembangunan monumen hingga membantu keluarga korban.

“Kami merasakan kesedihan keluarga korban, untuk itu kami tetap berupaya memberikan yang terbaik bagi keluarga dan anak anak korban, agar dimasa depan mereka tetap dapat mengingat orangtuanya dengan berjiarah di tempat ini. Selama saya menjabat sebagai Bupati saya akan berjuang untuk terus membantu anak- anak korban,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap kepada masyarakat agar bersama- sama menjaga dan merawat monumen tersebut. “Monumen ini terbuka untuk umum dan gratis, Pemkab Simalungun juga akan menampung biaya perawatan monumen ini. Dengan adanya monumen ini saya berharap tidak ada lagi keluarga korban yang berjiarah ke Danau  karena rawan akan keselamatan,” tambah Bupati.

Iyan, salah satu dari orangtua korban, warga Sait Buttu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, mengatakan, bahwa Bupati Simalungun hingga hari ini tetap memenuhi janjinya dengan memberikan bantuan kepada cucunya, Alif (1,5 tahun. Pada tragedi KM Sinar Bangun, dirinya kehilangan 5 anggota keluarganya, yakni 2 orang anak, 2 menantu dan 1 cucunya.

“Sekarang hanya Alif yang tersisa dari anggota keluarga saya, dan saya ucapkan terimakasih kepada Bupati yang tetap memberikan bantuan pada Alif, sampai saat ini masih kita terima yakni sebesar 1 juta setiap bulannya,” ujar Iyan.

Dirinya juga mengapresiasi Bupati Simalungun yang memberikan sumbangan pribadi untuk pembangunan Balai Pertemuan di desanya dan menamai Balai Desa tersebut dengan nama cucunya.

“Bupati juga memberikan bantuan sebesar Rp50 juta saat berkunjung ke rumah kami untuk mendirikan balai desa yang dinamai dengan nama cucu saya, sehingga namanya Balai Desa Alif,” tambahnya.

Pada acara tabur bunga, keluarga korban tampak larut dalam kesedihan. Beberapa diantaranya terpaksa diangkat dari lokasi tabur bunga karena tak sadarkan diri.

(Stg)