Beranda Lintas Provinsi Langgar Kesepakatan Bersama, Koperasi Pelang Sejahtera Tahan Truk Sawit Malah Dilapor ke...

Langgar Kesepakatan Bersama, Koperasi Pelang Sejahtera Tahan Truk Sawit Malah Dilapor ke Polisi  

244
0
Truk sawit yang ditahan pihak koperasi.(foto/ags)
Loading...

Buktipers.com – Ketapang (Kalbar)

Kesal karena pihak manajemen PT.LS dianggap tidak mematuhi isi notulen kesepakatan bersama, membuat pihak Koperasi Pelang Sejahtera menahan satu unit truk yang mengangkut buah sawit, malah dilaporkan ke polisi atas tuduhan perampasan.

Truk sawit itu ditahan pihak koperasi, Kamis (20/12/2018) lalu sekira pukul 14.00 Wib, kemudian digiring ke Kantor Koperasi Pelang Sejahtera di Jl.Parid Berdiri, Desa Sungai Pelang, Kecamatan MHS, Kabupaten Ketapang.

Pihak koperasi menyebut, mobil perusahaan tersebut terpaksa diamakan pihak koperasi karena dianggap telah melakukan aktifitas pengangkutan buah kelapa sawit yang dipanen pihak perusahaan tanpa sepengetahuan pihak koperasi Pelang Sejahtera di Kebun Kemitraan Plasma A.

Ditambahkan lagi, notulen kesepakatan itu dibuat tertulis dan ditandatangani di atas materai 6000.

Baca Juga!  Operasi Zebra di Kayong Utara Tak ‘Pandang Bulu’, Anggota DPRD Kena Tilang

Notulen itu dibuat kedua perwakilan pihak manajemen perusahaan yaitu Rizta Kurniawan selaku Asisten Afdeling dan Almursidi Suhud selaku Askep Rayon, dan disakaikan 4 orang anggota Koperasi Pelang Sejahtera, yaitu Zainal Arifin, Burhani, Indra Mahyani, dan Syahru.

Adapun isi surat pernyataan dari pihak perusahaan tersebut berbunyi; “Kami nyatakan tidak akan memulai aktifitas atau pekerjaan apapun di Afdeling 16, sebelum ada keputusan dari Manajemen dan Pihak Koperasi Pelang Sejahtera”.

Isi notulen itu terkait kejelasan tuntutan yang diajukan pihak koperasi, salah satunya masalah dana talangan yang tidak pernah diterima lagi oleh anggota petani selama kurang lebih setahun ini.

Ternyata ujar pihak koperasi, pihak manejemen perusahaan dinilai telah mengingkari janji mereka dengan melakukan pemanenan di areal Kebun Plasma A, tanpa seijin pihak koperasi.

Baca Juga!  Sukuran Menyambut Kembalinya Satgas RI-PNG dan HUT RK 644/WLS  

Mengetahui hal tersebut, pihak koperasi (Badan Pengawas) Junaidi dan 3 orang rekannya melakukan penahanan, serta mengamankan barang bukti, yaitu 1 unit Dam Truk yang diduga membawa hasil dari kebun Plasma A.

Badan Pengawas Koperasi Junaidi menjelaskan kepada Buktipers.com, adapun tujuan dari penahanan mobil tersebut agar pihak perusahaan bertanggungjawab dan menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi.

“Namun ironisnya malah kami dilaporkan pihak perusahaan ke Polisi atas tuduhan perampasan. Padahal kami sudah melakukan koordinasi kepada pihak perusahaan untuk membawa mobil tersebut,” ujarnya.

Ketua Umum Koperasi Pelang Sejahtera, Bustami saat dikomfirmasi Buktipers.com terkait hal tersebut mengatakan, penahanan mobil tersebut dilakukan atas dasar perintah saya, yang mana setelah dilakukan koordinasi dengan pihak perusahaan. Kami melakukan penahanan itu karena mobil tersebut mengangkut hasil kebun kemitraaan kami masyarakat (Kebun Plasma A).

Baca Juga!  Kodim 1203 Ketapang Gelar Tactical Floor Game, Kesiapan TNI Amankan Pemilu 2019

Ditambahkannya, tujuan menahan mobil tersebut guna meminta pertanggungjawaban kepada pihak perusahaan yang menurut pihak koperasi telah melakukan pelanggaran isi notulen yang telah disepakati bersama. Malah sebaliknya pihak perusahaan melaporkan pihak koperasi dengan tuduhan perampasan.

“Dalam hal ini kami sangat serius, jika pihak perusahaan ingin bermitra dengan baik atau menganggap kami ini adalah mitranya, maka pihak perusahaan tidak berbuat seperti ini, dan saya tegas berkomitmen, jika perusahaan tidak bisa bermitra dengan baik sesuai dengan aturan, maka saya akan memblok atau menyetop kegiatan di kebun kemitraan Plasma A milik Koperasi Pelang Sejahtera,” tutupnya (AGS)

 

Editor : Maris

Loading...