“Larangan” KPU Lingga Liput Pencabutan Nomor Urut Paslon Bupati Disayangkan Wartawan

0
58
Ketua KPU Lingga saat diKonfirmasi awak media usai kegiatan pencabutan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Adanya larangan meliput acara pencabutan nomor urut pasangan calon (Palon) Bupati dan Wakil Bupati oleh pihak KPU Lingga, menjadi pembicaraan hangat, pada Kamis (24/9/2020), lalu, di Aula Hotel Lingga Pesona, Daik Kabupaten Lingga, Kepri.

Seperti kalangan Pers yang bernaung di DPC AJOI, mengaku  tidak pernah diberitahukan soal kebijakan membatasi para wartawan untuk meliput acara itu.

Melalui pesan WhatsAp, pada sekitar pukul 15:33 WIB, Juliati selaku Ketua KPU Lingga menjelaskan, “Keputusan ini mengikuti PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas PKPU 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Serentak lanjutan dalam kondisi Covid-19 dengan peserta yang dibatasi.

Dan ditanya, mengapa terkesan mendadak saat undangan sudah tersebar ? Jawabnya, karena PKPU Nomor 13 Tahun 2020 memang baru diundangkan, pada Rabu, 23 September 2020 dan diedarkan ke daerah dini hari tadi. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya. Kita harus bersabar dan terus berikhtiar untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pemilihan sehat dan warga selamat, dan Kabupaten Lingga hebat, ujarnya.

Pernyataan Ketua KPU Lingga tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan wartawan.

Menurut para wartawan melalui AJOI Lingga, sebaiknya, jika ada sesuatu undang-undang dan atau peraturan lain yang menjadi dasar kebijakkan KPU, sehingga harus mengambil keputusan melarang awak media untuk meliput, maka harusnya memberikan informasi lebih cepat, paling tidak beberapa hari sebelum acara digelar.

(Dl/Zul)