Libur Cuti Bersama, Ini Himbauan Pemkab Labuhanbatu

0
21
Sekdakab Labuhanbatu, Ir. M. Yusuf Siagian MMA.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktpers.com – Hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 29 Oktober 2020 dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 28 dan 30 Oktober 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu, menyampaikan himbauan, guna mengantisipasi penyebaran Covid – 19, Selasa (27/10/2020).

Soal libur bersama tersebut, sesuai Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 440 Tahun 2020, Nomor 03 Tahun 2020, Nomor 03 Tahun 2O2O tanggal 20 Mei 2020, tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2O19 tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020.

“Pemkab Labuhanbatu menghimbau masyarakatnya agar selama melaksanakan libur dan cuti bersama, sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing, sambil menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG ),”ujar Sekdakab Labuhanbatu, Ir. M. Yusuf Siagian MMA, di ruang kerjanya, jalan SM. Raja Rantau Selatan.

Dan dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dihimbau agar dilaksanakan di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti  menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak, serta tidak berkerumun untuk menghindari penularan COVID-19.

Jika pelaksanaan liburan dan cuti bersama dilakukan dengan perjalanan keluar daerah agar dilakukan test PCR atau rapid test atau menyesuaikan dengan aturan moda transportasi yang berlaku untuk memastikan pelaku perjalanan bebas Covid- 19, demi melindungi orang lain, termasuk keluarga di perjalanan ataupun orang di tempat yang dikunjungi, ujarnya.

Dan bagi yang dinyatakan positif agar tidak melaksanakan perjalanan dan melakukan karantina mandiri atau yang disiapkan pemerintah untuk mencegah penularan. Setelah kembali dari perjalanan luar daerah, disarankan kembali melakukan test PCR alau rapid test untuk memastikan, bahwa pelaku perjalanan tetap dalam keadaan negatif corona. Jika positif agar segera melaksanakan isolasi mandiri atau karantina di fasilitas yang telah disiapkan Pemerintah.

Dihimbau kepada setiap daerah agar memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing dengan mengintensifkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungannya, baik pada level provinsi, kabupaten/kota/kecamatan/kelurahan dan desa serta RT/RW.

Diantaranya dengan konsep kampung/desa tangguh, RT/RW tangguh bebas Covid-19 sesuai dengan kebijakan lokal masing-masing. Untuk menjaga agar kelurahan/desa bebas corona, diantaranya, dengan meyakinkan pengunjung suatu lingkungan tersebut dengan membawa surat hasil lesf PCR/rapid tesf yang menjelaskan, bahwa pengunjung negatif COVID-19, tegas Sekdakab Labuhanbatu.

 

(Syafii Harahap)