Lihat Kolonel Inf Priyanto saat Rekonstruksi Tabrak Lari Nagrek, Keluarga Salsabila Bilang Begini

0
1
Rekonstruksi kasus tabrak lari terhadap Handi Saputra dan Salsabil menghadirkan tiga pelaku oknum TNI AD digelar di depan SPBU Ciaro, Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (3/1/2022). Foto-Foto/Antara/Raisan Al Farisi
Dijual Rumah

Bandung, buktipers.com – Keluarga Handi Saputra dan Salsabila menyaksikan langsung rekonstruksi tabrak lari yang melibatkan 3 oknum TNI AD di depan SPBU Ciaro, Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/1/2022).

Rekonstruksi dijaga ketat puluhan anggota Polisi Militer. Reka adegan hanya berlangsung sekitar 15-20 menit. Puspom TNI AD menghadirkan mobil Isuzu Panther hitam Isuzu Panther nopol B 300 Q yang digunakan pelaku membawa Salsabila dan Handi. Serta sepeda motor yang dinaiki kedua korban, sepeda motor Suzuki Satria FU D 2000 RS yang ditabrak lari.

“Rekontruksi hanya sebentar sekitar 15-20 menit. Keluarga almarhumah Salsabila dan almarhum Handi boleh menyaksikan. Penjagaannya ketat dan kami dilarang mengambil gambar (foto), apalagi video,” kata Eneng Ina (20), kakak kandung almarhumah Salsabila.

Sedangkan ibu korban Salsabila, Suryati merasa lega setelah melihat sosok pelaku. “Saya berharap pelaku dihukum setimpal,” tandasnya.

Diketahui almarhumah Salsabila merupakan warga Kampung Tegallame Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, dan keluarga almarhum Handi Saputra warga Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

Tiga tersangka yang terdiri atas Kolonel Inf Priyanto, Koptu Andreas Dwi Atmoko, dan Kopda Ahmad Sholeh memperagakan peristiwa yang terjadi pada Rabu 8 Desember 2021 sekitar pukul 15.30 WIB.

Mereka mengenakan baju tahanan warna kuning dengan tangan diborgol.

Sementara korban almarhumah Salsabila dan almarhuman Handi Saputra digantikan boneka boneka berukuran besar.

Rekonstruksi ini memperagakan detik-detik tabrakan maut yang menimpa korban Handi Saputra (16) dan Salsabila (14).

Ketiga tersangka bersama seorang saksi kunci memperagakan detik-detik tabrakan maut.

Sedangkan kedua korban diganti dua boneka manekin, serta replika mobil hitam pelaku nopol B 300 Q dan replika sepeda motor korban D 2000 RS ditempatkan di lokasi kejadian. Rekonstruksi memperagakan lima adegan.

Adegan pertama, yakni saat mobil menabrak korban dan tersangka turun dari kendaraan. Selanjutnya adegan kedua, korban diangkat ke pinggir jalan.

Sementara adegan ketiga, korban Salsabila ditarik dari kolong mobil dan dibawa ke pinggir jalan.

Kemudian dimasukkan ke dalam mobil melalui pintu tengah oleh tersangka satu dan dua. Kemudian adegan keempat, korban Handi Saputra di masukkan ke bagian belakang mobil oleh tersangka 1 dan 3, bersama saksi.

Adegan kelima, tersangka pergi membawa korban.

 

Sumber : Sindonews.com