Beranda Lintas Provinsi Lima Kecamatan Positif Rabies, Tiga Korban HPR Meninggal

Lima Kecamatan Positif Rabies, Tiga Korban HPR Meninggal

167
0
Ningsih.

Kapuas Hulu, buktipers.com – Semenjak tahun 2015, kasus rabies telah terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu.

Setiap tahunnya dari 2015 hingga 2019, selalu ditemukan Hewan Penular Rabies (HPR) yang positif rabies.

Bahkan sudah tiga nyawa melayang karena kasus rabies tersebut.

Bidang Perternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, mendata, sudah ada lima kecamatan yang ditemukan kasus rabies.

Lima kecamatan tersebut, terakumulasi sejak tahun 2015 lalu. “Berdasarkan data yang ada di kami, kecamatan-kecamatan yang ditemukan kasus HPR positif rabies itu ada di Kecamatan Bunut Hulu, Silat Hilir, Seberuang, Silat Hulu dan Putussibau Utara,” papar perempuan yang akrab disapa Ningsih ini, Minggu (17/11/2019) lalu.

Baca Juga!  Polsek Sinaboi Amankan 6 Ton Kayu Illegal Loging

Apabila dirincikan per tahun, kata Ningsih, kasus gigitan HPR yang positif rabies di Bunut Hulu, terjadi di Desa Segitak, tahun 2015. Kemudian di Putussibau Utara, terjadi di Desa Padua Mendalam tahun 2016.

Sementara, di Kecamatan Silat Hilir, ditemukan di Desa Miau Merah di tahun 2016, Desa Setunggul tahun 2017 dan Pb. Penai di tahun 2019 ini.

Untuk kecamatan Seberuang, ditemukan di Desa Nanga Lot, pada tahun 2017 dan Ranyai, pada tahun 2018.

“Sedangkan kasus HPR positif rabies di Silat Hulu hanya ditemukan di Desa Dangkan Kota pada tahun 2016 lalu,”papar Ningsih lagi.

Terkait dengan korban gigitan yang meninggal dunia, kata Ningsih, itu pernah terjadi di tahun 2015, 2016 dan 2017.

Baca Juga!  Kena OTT Pungli Rp 25 Ribu, Kepala UPT di Sumbar Dibui 1 Tahun

Pada tahun 2015, ada satu warga Bunut Hulu meninggal dunia, kemudian warga Suhaid yang digigit di Kecamatan Seberuang tahun 2016 lalu, dan berikutnya, warga Nanga Lot Kecamatan Seberuang, meninggal dunia juga di tahun 2017.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat, semua korban meninggal karena terlambat melaporkan diri ke Puskesmas, sehingga terlambat mendapat vaksinnya,” tutur Ningsih.

Ningsih menegaskan pihaknya sudah berkerja dengan keras menanggulangi masalah rabies, namun hal tersebut masih perlu dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat sendiri. Dengan bekerja bersama-sama upaya mengatasi masalah rabies ini semakin baik.

“Kami berharap kita semua memperhatikan serius masalah rabies dan saling berkerjasama dalam mengatasinya,” tuntas Ningsih.

Baca Juga!  Sedih, Nenek 72 Tahun Ini Tewas Terpanggang di Silat Hilir, Begini Penuturan Saksi

 

(Nes/Bayu)

Loading...