Mahasiswa Gugat Rektor USU Buntut Kasus Cerpen Soal Lesbian

0
189
Ilustrasi LGBT Foto: Marketing Week
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang menjadi Pengurus Pers Mahasiswa Suara USU menggugat Rektor USU ke PTUN Medan. Pangkalnya, mereka diberhentikan dari pengurus karena menerbitkan cerpen yang bercerita soal lesbian.

Sebagaimana dikutip dari website PTUN Medan, Selasa (6/8/2019), gugatan itu bernomor 202/G/2019/PTUN.MDN. Dalam gugatannya itu, mereka meminta agar majelis hakim mengabulkan gugatan mereka seluruhnya.

“Menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan Rektor Universitas Sumatera Utara Nomor 1319/UN5.1.R/SK/KMS/2019 bertanggal 25 Maret 2019 tentang Perubahan Pertama SK Rektor No. 1026/UN.5 .1.R/SK/KMS/2019 tanggal 19 Februari 2019 tentang Pengangkatan Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Sumatera Utara tahun 2019,” demikian bunyi tuntutan yang diwakili oleh Pemred Persma Suara USU, Yael Stefani Sinaga.

Oleh sebab itu, Stefani meminta PTUN Medan memerintahkan Rektor USU untuk mencabut SK tersebut.

“Menghukum tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini,” ujarnya.

Kasus bermula saat Suara USU menerbitkan cerpen berjudul ‘Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku Di Dekatnya’ yang ditulis Yael Stefani Sinaga. Cerpen ini diterbitkan di website mereka, suarausu.co pada 12 Maret 2019.

Cerpen ini ternyata berbuntut panjang. Pihak Rektorat tersengat dan memperkarakan kasus ini hingga panjang. Puncaknya yaitu keluar SK pemberhentian pengurus Persma USU di bawah Pemred Yael Stefani Sinaga.

“Di mana beberapa konten yang dipublikasikan oleh Suara USU tersebut mengandung unsur pornografi, yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam bingkai kebhinnekaan sebagai salah satu nilai dalam BINTANG, yang diamanahkan kepada saya sebagai Rektor USU untuk dijunjung tinggi di USU,” kata Rektor USU, Runtung Sitepu.

 

Sumber : detik.com