Beranda Serba Serbi Mahasiswa KKN USU Menawarkan Solusi Budidaya Perikanan Aquaponik Budikdamber

Mahasiswa KKN USU Menawarkan Solusi Budidaya Perikanan Aquaponik Budikdamber

118
0
Mahasiswa KKN USU foto bersama dengan masyarakat desa Pematang Ganjang, kecamatan Sei Rampah.
Loading...

Sergai, buktipers.com – Melihat budibudaya perikanan warga Desa Pematang Ganjang, belum maksimal, membuat mahasiswa KKN Universitas Sumatera Utara (USU), di Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menawarkan solusi budidaya perikanan, berupa aquaponik budikdamber, Jum’at (9/8/2019) sore.

Penggagas Budidaya Perikanan, Muhammad Zubeir Rangkuti mengatakan, budikdamber adalah budidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang ekonomis dan ramah lingkungan.

“Budidaya ikan ini sangat mudah, biayanya murah juga bisa menumbuhkan usaha sampingan warga dalam budaya sayur dan ikan,” katanya.

Mahasiswa Program Studi Menajemen Sumberdaya Perairan ini menjelaskan, bahan yang dibutuhkan dalam budidaya, berupa lahan kosong atau di pekarangan rumah, ember 80 liter, gelas plastik, kawat, arang, bibit ikan lele, dan sayuran kangkung.

Baca Juga!  Pelaku Teror Bom di Siantar Tertangkap, Ternyata Masih Pelajar

Pemilihan ikan lele karena mudah berkembang biak, juga pemberian makan mudah, serta tanaman yang dipakai kangkung karena sayuran ini cepat tumbuh, ujarnya.

Salah seorang mahasiswa KKK USU, Muhammad Zubeir Rangkuti, memaparkan tentang cara Budikdamber.

Tahap selanjutnya yang dilakukan  pengendapan air.

Air diendapkan dalam ember selama satu hari. Kemudian membuat media tanam sayuran, berupa gelas plastik (sebagai pot) yang dilubangi kawat sebagai tempat untuk digantungkan ke bagian ember.

Salanjutnya, arang dibersihkan sebagai pengganti tanah dan dimasukkan ke dalam pot plasitk. Terakhir tanaman kangkung dimasukkan ke dalam pot. “Yang harus diperhatikan saat meletakkan pot harus sebagian terendam air. Ember air yang sudah diendapkan, sehari kemudian dimasukkan ikan lele,” katanya.

Ia juga menambahkan, sifat budidaya perikanan ini semi intensif. “Ikan lele tidak perlu diberi makan setiap hari. Namun jika ingin hasil produksi maksimal, diusahakan pemberiaan pakan menimal 2 hari sekali, serta air diganti 1 bulan sekali,” jelasnya.

Baca Juga!  Kapolres Siantar Sambangi Batalyon 122/TS, Saksikan Latihan Bela Diri Yongmodo  

Terakhir, untuk ikan, tak semua bisa dibudidayakan, hanya ada beberapa ikan, seperti ikan, ikan nila, gurami, patin, dan Papuyu (betik) dan untuk tumbuhan, hanya beberapa tumbuhan yang bisa di budidayakan seperti, kangkung,  cabai, tomat, sawi, dan padi,  tutupnya.

(ML.hrp)

Loading...