Makam Baharuddin Dibongkar, Pihak Keluarga Curiga Kematiannya

0
150
Tim forensik Biddokes Polda Sulsel membongkar makam Baharuddin di Dusun Batutaku, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Majene, yang meninggal dunia pada 2 Januari 2019 untuk kepentingan autopsi. Foto: Istimewa
Dijual Rumah

Buktipers.com – Majene (Sulbar)

Makam Baharuddin (27) di Dusun Batutaku, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dibongkar untuk kepentingan autopsi karena diduga meninggal dunia secara tidak wajar.

Pembongkaran makam tersebut dilakukan oleh tim forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulawesi Selatan atas permintaan keluarga korban, Jumat (29/3).

Baharuddin sebelumnya ditemukan meninggal dunia di rumah pamannya, Heriyanto, di BTN Bungoro Indah Permai, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan pada 2 Januari 2019 lalu. Saat itu, tak ada autopsi terhadap jenazah Baharuddin dan langsung dipulangkan ke Majene.

Saat jenazah tiba di rumah duka di Majene, pihak keluarga mengaku menemukan indikasi kematian tidak wajar berupa lebam di bagian leher korban dan darah yang keluar dari telinga kiri jenazah.

“Ibunda Baharuddin, Nurjannah, melihat ada kejanggalan terhadap kematian anaknya. Beberapa hari setelah pemakaman, dia dan keluarga lalu melapor ke Polres Pangkep dan meminta untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah Baharuddin,” ungkap Penasehat Hukum keluarga Baharuddin, Hasrapuddin, Sabtu (30/3).

Menurutnya, kecurigaan Nurjannah atas kematian tidak wajar anaknya tersebut diperkuat dengan sikap keluarga mereka di Pangkep yang terkesan menutupi penyebab kematian Baharuddin.

Hasrapuddin menambahkan, tim forensik Biddokes Polda Sulsel telah mengambil sampel dari jenazah Baharuddin pada Jumat sore (29/3) dan akan melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Hasil autopsi bisa diketahui sebulan kemudian,” ujarnya.

Baharuddin diketahui meninggal dunia di rumah pamannya, Heriyanto, di BTN Bungoro Indah Permai, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, 2 Januari 2019.

Baharuddin memang sudah lama tinggal dengan keluarga Heriyanto dan sehari-hari bekerja sebagai pekerja bangunan.

Pihak keluarga Heriyanto menyebut Baharuddin meninggal dunia setelah makan durian dan meminum minuman bersoda yang menyebabkan pecah pada bagian pembuluh darah.

Sumber : kumparan.com