Manajer Keuangan Kantor Pos Medan Jadi Tersangka Korupsi Materai Senilai Rp 2 Miliar

0
2
Manager Keuangan dan Benda Pos Materi (BPM) Kantor Pos Medan, Marudut Nainggolan, ditetapkan tersangka kasus korupsi materai 6000 dengan nilai total Rp 2.094.000.000 di Kantor Pos Medan. Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk

Medan, buktipers.com – Polrestabes Medan akhirnya menetapkan Manager Keuangan dan Benda Pos Materi (BPM) Kantor Pos Medan Marudut Nainggolan (50) sebagai tersangka dalam kasus korupsi materai 6.000 dengan nilai total Rp 2.094.000.000 di Kantor Pos Medan.

Tersangka merupakan warga Jalan Kelambir V Komplek Vila Payung Teduh Nomor A DesaTanjung Gusta, Kecamatan Sunggal.

Kasus ini sebelumnya telah bergulir dengan tersangka utama Staf Bagian Keuangan Kantor Pos Medan Sri Hartati Susilawati yang telah divonis penjara pada Juli 2019.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menjelaskan bahwa Marudut ikut bersalah dalam perkara tersebut karena tidak melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap tersangka Sri.

“Tersangka selaku Manajer Keuangan dan BPM Tidak melaksanakan pengawasan dan atau pemeriksaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan yang mana pelaku Sri Hartati Susilawati yang merupakan Staf Bagian Keuangan & BPM melakukan kecurangan berupa penyalahgunaan Benda Meterai 6000 sebanyak 349 ribu keping dengan nilai total Rp 2.094.000.000,” ungkap Riko saat konferensi pers, Kamis (3/9/2020).

Riko menyebutkan tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor, yang berbunyi: “(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1 miliar”.

“Jadi yang bersangkutan dikenakan pasal 2 ayat 1 UU Tipikor karena tidak melaksanakan tugasnya pengawasan dan atau pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa polisi bergerak menangkap tersangka setelah mendapatkan amar putusan hakim untuk menangkap tersangka.

“Sri Hartati Susilawati sudah putus dengan hukuman 5 tahun, yang dalam amar putusannya tersebut, kemudian kita diperintahkan menindaklanjuti untuk saudara MNM selaku manajer keuangan dan BPM tidak melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya,” sebut Riko.

Tersangka Marudut dijerat sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut yaitu dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan.

Lebih lanjut Riko mengungkapkan bahwa barang bukti yang telah diamankan dari Sri Hartati Susilawati berupa uang dan emas.

 

Sumber : tribunnews.com