Mandapot Pasaribu, Sopir Angkot Menuju Kursi DPRD Sibolga

0
171
Mandapot Pasaribu Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sibolga (Sumut)

Seorang sopir angkot di Sibolga, Sumatera Utara, Mandapot Pasaribu mendadak populer. Dia unggul sesuai hasil perhitungan suara Pileg DPRD Kota Sibolga, Sumut.

Caleg Partai Perindo di Dapil 2 Kota Sibolga ini tak menyangka akan menjadi anggota DPRD Kota Sibolga. Apalagi, dia hanya bermodal dua baliho kampanye.

detikcom mendatangi kediamannya di Jalan Sibualbuali no 5, Keluraham Huta Tongatonga, Seibolga Utara, Sumut, Jumat (3/5/2019). Saat ditemuai, pria yang akrab disapa Dapot itu sedang bersiap untuk ‘narik’ angkot.

Kesehariannya, Dapot biasa mulai bekerja sejak pukul 06.00 WIB. Tapi ketika siang hari, dia pulang ke rumah untuk beristirahat. Angkotnya nomor 01 jurusan Sibolga-Pandan.

“Beginilah, namanya sopir angkot,” ujar Dapot ditemani istrinya, Novita Eriance Hutagalung dan anak semata wayangnya Gabriel Pasaribu.

Dapot tak sungkan mengutarakan bagaimana perjuangan hidupnya hingga kemudian memberanikan diri untuk maju Pileg. Pria itu lahir di Sigoringgoring, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah pada 4 Juli 1979.

Setelah tamat sekolah dasar (SD) di kampung kelahirannya, dia melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Kota Medan. Hingga kemudian dia mendapat kerja sebagai salesman di sebuah perusahaan minuman kemasan.

“Dari Medan saya pindah wilayah kerja ke Kota Sibolga tahun 2005. Lalu tahun 2009, saya keluar dan mulai nyopir angkot sampai sekarang. Saya juga pernah jadi paralong-along (penjual ikan), melaut juga, ah banyaklah,” ungkap Dapot.

Tertarik Dunia Politik Sejak 2013

Dapot mengaku tertarik terjun ke dunia politik pada tahun 2013. Hasratnya mengambil jalur politik lantaran ingin membantu masyarakat kecil untuk mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang selayaknya dari pemerintah.

Meski masih awam berpolitik, ia memberanikan diri mendaftar menjadi kader NasDem. Namun karena terjadi pergantian pengurus, Dapot memutuskan hengkang dari partai berutan Surya Paloh itu. Hingga kemudian dilirik menjadi kader PKPI dan sempat nyaleg di tahun 2014 lalu.

“Waktu mencaleg dari PKPI tahun 2014 itu saya masih gagal. Cuma dapat 270-an suara,” beber Dapot.

Hingga kemudian muncul partai baru, Perindo. Dapot mengaku tertarik ke Perindo karena hadir langsung berbuat untuk masyarakat.

“Saya tertarik ke Perindo karena melihat di televisi, Pak HT (Hary Tanoesoedibjo) itu sosialnya tinggi kepada masyarakat. Biarpun belum ada kadernya yang duduk, tapi sudah bikin bedah rumah, kasih gerobak jualan, dan progam lainnya yang menolong masyarakat,” ujarnya.

Cuma Pasang 2 Baliho

Mandapot Pasaribu kemudian menceritakan bagaimana perjuangannya selama mencaleg di tahun ini. Semua dilakukannya dengan penuh kerja keras dan doa kepada Tuhan. Rintangan hingga cemooh dilalui dengan besar hati.

Diakuinya, keputusannya mencaleg didorong oleh seorang teman yang merupakan pengurus Partai Perindo Sibolga.

“Dia meyakinkan saya untuk bergabung dan mencaleg lagi di Pileg 2019 ini. Saya juga termotivasi oleh pernyataan Sekjen Perindo yang saat rapat bilang; siapa di sini mantan salesman, Anda sudah 50 persen menang. Karena salesman itu bisa menjual barang yang tidak laku,” beber Dapot.

Mandapot Pasaribu saat pamit kepada keluarga untuk pergi menarik angkot. (Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom).

Meski demikian, pada praktiknya di lapangan, banyak rintangan menghadang. Mulai dari disepelekan orang, caci maki, penolakan, hingga ketidakmampuan materi. Tetapi Dapot optimistis dengan prinsip menyikapi rintangan itu sebagai motivasi.

“Saya datangi ‘door to door’, berulang-ulang. Wah, banyak sekali rintangannya. Ada isu bukan putra daerah dapil 2 ini. Ada yang menghina. Bahkan saya diusir sebelum sempat buka sepatu. Mereka bilang sudahlah pergi saja, sudah ada calon kami. Ya sudahlah, saya hanya bilang, terima kasih ya Ibu Bapak, saya minta doanya saja,” ungkap Dapot.

Dari sisi kekuatan materi, Dapot mengaku tidak punya daya. Karena itu, keterpilihannya diluar dugaan.

“Saya cuma pasang 2 baliho dan 3 spanduk kecil. Tapi banyak cetak kartu nama dan contoh kertas suara untuk menerangkan bagaimana cara mencoblos,” kata Dapot.

Menurut Dapot, keberhasilan perjuangannya itu adalah sebuah mukjizat dari Tuhan. Karena itu dia bertekad, kelak akan membuktikan dirinya bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD untuk kepentingan rakyat.

“Saya tidak menyimpan dendam. Ini mukjizat bagi saya. Karena itu saya ingin buktikan fungsi DPRD itu untuk masyarakat, bukan untuk pribadi. Saya tetap saja seorang sopir angkot, hanya saja nanti angkotnya adalah lembaga legislatif, dan penumpangnya adalah aspirasi masyarakat. Doakan saya ya,” pungkas Dapot.

Banyak orang tidak menyangka kalau Dapot akan menjadi anggota DPRD Kota Sibolga. Salah satunya teman sesama sopir angkot, Very Ginting (45).

“Tidak menyangka ya. Tapi kami kawan-kawan sesama sopir angkot ikut merasa bangga,” ujar Very saat ditemui di pangkalan angkot, Jumat (3/5/2019).

Very bersyukur ada rekannya yang akan menjadi wakil rakyat di lembaga legislatif. Dia berharap Dapot mampu menjadi sosok yang dapat diandalkan untuk menyuarakan aspirasi para sopir angkot.

“Selama ini Lae Dapot ini kami kenal sebagai orang baik dan bawaanya sederhana. Kami berharap kalau ada keluhan atau aspirasi kami, Lae Dapot ini nanti bisa membantu,” ujar Very diamini rekan lainnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Perindo Sibolga Maykel Fuater mengungkapkan, pada Pemilu 2019, Perindo Sibolga berhasil meraih total 5.729 suara. Perindo diprediksi akan memeroleh 3 kursi sekaligus menjadi salah satu unsur pimpinan DPRD Kota Sibolga periode 2019-2024.

“Ini start, langkah awal. Artinya ke depan masih banyak tugas dan kerja. Itu yang perlu dipahami kader-kader Perindo yang duduk di DPRD Sibolga,” ujar Ketua DPD Partai Perindo Sibolga Maykel Fuater.

Menurut dia, raihan suara tersebut berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara Pemilu 2019 di KPU Sibolga, Senin (29/4/2019) yang lalu.

Rinciannya, Perindo memperoleh 4.206 suara di dapil 1. Sementara di dapil 2 meraih 1.523 suara.

“Dengan begitu, Perindo diprediksi meraih 3 dari 20 kursi yang ada. Di dapil 1 kita dapat 2 kursi, sedangkan dari dapil 2 meraih 1 kursi lagi. Berdasarkan raihan kursi itu Perindo menjadi unsur pimpinan,” jelas Maykel.

Sementara itu khusus di dapil 2, dari total raihan 1.523 suara yang dihimpun 12 caleg, Mandapot Pasaribu, caleg nomor urut 8, berhasil meraih suara terbanyak, yakni 432 suara.

Sumber : detik.com