Mantan Bendahara KCD Siantar Utara Bandrol Tanda Tangan Sekdis Pendidikan Rp.10.000

0
1150
IMG_20171011_201956

BuktiPers.Com – Pematangsiantar (Sumut)

Ternyata pengutan liar (Pungli) yang dilakukan SS yang merupakan mantan bendahara Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Siantar Utara bukan hanya untuk pengurusan gaji berkala saja, akan tetapi ada yang lain, dan pungli yang dilakukan ternyata bervariasi dari Rp.10.000 hingga Rp.80.000.

Salah seorang Kepala Sekolah yang ada di Kecamatan Siantar Utara yang namanya minta dirahasiakan, Rabu (11/10/2017) mengatakan kalau informasi yang disampaikan guru tersebut benar, dan diduga SS melakukan pungli sekitar Rp.30.000 hingga ke Rp.80.000.

Tambahnya lagi SS diduga melakukan pungli dalam mengurus KP4, yang mana setiap guru dikutip Rp.10.000 dengan alasan uang tanda tangan KP4 ke Sekretaris Dinas Pendidikan kota Pematangsiantar.

“Bukan gaji berkala saja yang dikutip, tapi ikut juga dikutip uang teken KP4, SS meminta uang Rp.10.000 perguru yang ada di Kecamatan Siantar Utara. Katanya untuk sekretaris Dinas Pendidikan Kota Siantar Jonsen Girsang,” sebut sumber.

Sumber juga menjelaskan ada lagi yang dikutip Rp.10.000 dari guru oleh SS, seperti pengambilan kartu Taspen. Padahal sepengetahuan para guru kalau pengambilan kartu taspen itu gratis.

Saat dikonfirmasi mantan Ka. KCD Siantar Utara, C.Tampubolon mengatakan kalau dirinya juga mendapat informasi dari guru terkait pungli tersebut. Terkait dengan kepengurusan KP4 dari dulu semenjak dirinya menjabat Ka. KCD hingga dibubarkan tidak pernah dilakukan pengutipan uang tanda tangan dalam kepengurusan KP4. Apalagi dengan pengutipan uang Kartu Taspen tidak pernah dilakukan di Kecamatan Siantar Utara.

C.Tampubolon juga tidak berani berkomentar banyak karena dirinya tidak mengetahui secara pasti perubahan yang terjadi semenjak KCD dibubarkan di Siantar. Karena dulu yang menanda tangani KP4 guru adalah kepala Sekolahnya, dan yang meneken KP4 Kepsek adalah Ka.KCD masing masing Kecamatan.

“Tapi nggak tahu kami yang sekarang ini ya, mana tahu sudah ada perubahan sehingga ada uang teken Rp10.000 per guru kepada Sekretaris Dinas Pendidikan,” kata C.Tampubolon. (01/Red)