Mantan Kakanwil Kemenag Sumut Divonis 28 Bulan Penjara, Kasus Jual Beli Jabatan

0
137
Tangkapan layar sidang vonis mantan KakanwiI Kemenag Sumut Iwan Zulhami yang digelar secara virtual dari PN Medan (Foto: Istimewa)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Utara (Sumut) Iwan Zulhami dijatuhi hukuman pidana penjara selama 28 bulan atau 2 tahun 4 bulan penjara.

Dia dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah menerima suap senilai Rp750 juta dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Kemenag Sumut.

Vonis ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Bambang Joko Winarno dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra II Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (8/7/2021).

Majelis Hakim berpendapat, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 ke-1 KUHPidana sebagaimana dakwaan subsider JPU.

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan korupsi yang dilakukan secara berlanjut. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun 4 bulan serta menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp50 juta subsider 2 bulan,” ujar Hakim Bambang dalam amar putusannya, Kamis (8/7/2021).

Majelis Hakim menyebutkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Perbuatan terdakwa juga dinilai telah mencoreng nama baik Kemenag.

“Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum. Terdakwa berusia lanjut dan tulang punggung keluarga,” kata Bambang.

Putusan ini dibacakan usai penasihat hukum terdakwa membacakan pleidoi (pembelaan). Majelis hakim beralasan pembacaan putusan harus dilakukan lantaran masa penahanan terdakwa mau habis.

Dalam kasus ini, sebelumnya JPU Nurul Mawadah meminta agar hakim menghukum Iwan Zulhami dengan pidana penjara selama 3,5 tahun dengan denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. Atas vonis ini, baik JPU maupun kuasa hukum terdakwa masih menyatakan pikir-pikir.

“Banyak fakta persidangan dan pembelaan kita yang tidak dipertimbangkan majelis hakim,” kata kuasa hukum terdakwa, Edy Purwanto seusai sidang.

Mengutip surat dakwaan, pada 13 Mei 2019, Zainal Arifin membawa uang Rp250 juta untuk diserahkan kepada Iwan Zulhami melalui Nurkholidah di ruang kerjaya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3.

Selanjutnya pada tanggal 17 Mei 2019, saksi Zainal Arifin memberikan uang sejumlah Rp100 juta atas permintaan dari saksi Nurkholidah Lubis melalui transfer Bank Sumut atas nama saksi Zulkifli Batubara (suami dari Nurkholidah Lubis).

Kemudian pada 20 Mei 2019, Zainal Arifin menyerahkan uang sebesar Rp50 kepada Nurkholidah di Rumah Sakit Permata Madina.

Pada tanggal 23 Mei 2019 masih tempat yang sama, Zainal Arifin menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada saksi Nurkholidah.

Lalu pada 27 Mei 2019, Zainal Arifin mengirimkan uang sebesar Rp65 juta kepada saksi Nurkholidah melalui rekening Zulkifli.

Kemudian, pada tanggal 28 Mei 2019, Zainal Arifin kembali mentransfer uang sebesar Rp185 juta kepada Nurkholidah melalui rekening Zulkifli kembali.

Akhirnya Zainal Arifin diangkat sebagai Plt Kepala Kantor Kemenag Madina berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut Nomor 860/Kw.02/1-b/Kp.07.6/07/2019 tanggal 12 Juli 2019 yang ditandatangani terdakwa Iwan Zulhami.

Lalu pada 14 Januari 2020, saksi Zainal Arifin kembali mengirimkan uang kepada saksi Nurkholidah sebesar Rp50 juta melalui rekening saksi Zulkifli.

Dalam persidangan sebelumnya, Zainal Arifin telah dijatuhkan hukuman 2 tahun penjara dengan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan.

 

Sumber : iNews.id