Marak Modus Penipuan Transfer Uang, Polres Dairi Menunggu Laporan Masyarakat

0
223
Kasatreskrim Polres Dairi AKP Jenggel Nainggolan SH.MH.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sidikalang (Sumut)

Beberapa hari terakhir masyarakat Kabupaten Dairi diresahkan maraknya panggilan telepon gelap dari orang tak bertanggungjawab.

Tindakan sipenelepon gelap ini bisa dikatakan sangat jahat, karena tak segan-segan mencatut nama Kasatreskrim Polres Dairi, AKP Jenggel Nainggolan SH.MH.

Keresahan itu terjadi setelah oknum yang menelepon tersebut meminta sejumlah uang kepada masyarakat agar ditransfer ke salah satu rekening bank.

Hal itu terungkap setelah dalam tiga hari terakhir ada beberapa warga mendatangi Mapolres Dairi untuk menanyakan kebenaran permintaan sejumlah uang tersebut.

“Dalam tiga hari terakhir ada warga datang ke Polres Dairi menanyakan soal kebenaran permintaan uang tersebut yang mengatasnamakan Kasatreskrim Polres Dairi,” kata Jenggel, Senin (7/1/2018).

Menanggapi hal itu, Jenggel pun mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak langsung percaya. Sehingga bila kembali mendapatkan telepon dengan modus penipuan tersebut, supaya segera membuat laporan ke Polres Dairi.

“Saya sampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Dairi untuk waspada dengan mpdus penipuan melalui handphone yang mengatasnamakan Kasatreskrim Polres Dairi yang memintas uang untuk ditransfer ke salah satu bank,” ucapnya.

Ia pun mengaku, berdasarkan laporan dari masyarakat, telah melacak nomor telepon yang digunakan pelaku untuk membujuk rayu calon korbannya. Setelah ditelusuri, pelaku diketahui berdomisili di Medan, Sumut.

“Setelah ada laporan dari masyarakat, kami minta nomor telepon pelaku untuk dilacak via satelit dan diketahui penelepon gelap berada di wilayah Medan,” sebutnya.

Ia pun mengaku akan mendalami kasus ini agar masyarakat tidak menjadi korban dalam aksi kejahatan penipuan tersebut.

“Kami berupaya mengejar pelaku,” pungkasnya.

Sementara, berdasarkan informasi warga yang mengadukan kasus ini yaitu pemilik Jaz Kopi, seorang pemilik warnet Gom-Gom Situmorang dan seorang warga bermarga Siahaan.(redBP)

 

Sumber: Tribunnews.com