Masyarakat Bogak Besar dan Pematang Kuala Dambakan Lampu Penerangan Jalan

0
65
Masyarakat Bogak Besar dan Pematang Kuala di Kecamatan Teluk Mengkudu dambakan lampu penerangan jalan.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Belasan tahun lamanya, masyarakat Dusun VII, Desa Bogak Besar dan Dusun II Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), melintasi jalan, tanpa cahaya penerangan (gelap gulita) di malam hari.

Kondisi itu, membuat warga resah karena  bisa mengundang pencuri dan jalan yang dilintasi sering terjadi kecelakaan, walaupun tidak sampai merengut nyawa pengendara sepeda motor.

“Masyarakat saat ini sangat mengharapkan dan rindu melihat cahaya penerangan, di badan jalan yang menghubungkan Desa Bogak Besar dan Desa Pematang Kuala,”ujar Ari, salah satu warga Desa Bogak Besar, pada Sabtu (10/10/2020).

Dia meminta Pemkab Sergai, dalam hal ini Dinas Perumahan dan Pemukiman Sergai agar memasang lampu penerangan jalan di Desa Bogak Besar dan Desa Pematang Kuala.

Jangan hanya lampu dipasang, di jalan-jalan provinsi yang menghabiskan dana APBD mencapai ratusan juta, bahkan miliyaran rupiah, katanya.

Kondisi itu diperburuk dengan badan jalan yang masih pasir tebal dan belum lagi ada hotmix. Seperti jalan yang ada di Desa Pekan Sialang Buah, hingga Desa Matapao Kecamatan Teluk Mengkudu, badan jalannya sangat bagus setelah dihotmix, tidak ada lagi lobang, ungkap Ari.

Masih katanya, masyarakat sangat berharap Pjs. Bupati Sergai sekarang ini dapat meluangkan waktunya untuk berkunjung dengan membawa Kadis Perkim Sergai yang diberi amanah tersebut, agar mengetahui derita masyarakat.

Dan jika memungkinkan, menginaplah di salah satu rumah warga yang tidak ada cahaya lampu, biar tahu juga pejabat Pemkab Sergai ini, bagaimana rasanya masyarakat yang tiap malam menghadapi suasana gelap gulita, ujarnya.

“Sementara Indonesia merdeka sudah 75 tahun, Sergai dimekarkan sudah 16 tahun, tapi lampu jalan saja tidak ada di dua desa, di Kecamatan Teluk Mengkudu ini, “ungkap Ari lagi dengan nada sedih.

 

(ML.hrp)