Masyarakat Desa Pardamean dan Parsaoran Sibisa Diingatkan Soal ‘Poda Na Lima’

0
294
Dijual Rumah

Toba Samosir, buktipers.com – Masyarakat Desa Pardamean dan Parsaoran Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, diminta untuk selalu ingat ‘poda na lima’ dalam upaya meningkatkan sadar wisata.

Apalagi, seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin modern, banyak masyarakat yang sudah melupakan falsafah atau nasihat yang memiliki 5 unsur dan makna yang luas seperti :

  1. Pahias Rohamu (Bersihkan Jiwamu)
  2. Paias Pematangmu (Bersihkan Badanmu)
  3. Paias Parabitonmu (Bersihkan Pakaianmu)
  4. Paias Bagasmu (Bersihkan Rumahmu)
  5. Paias Pakaranganmu (Bersihkan Lingkunganmu)

Dalam kegiatan kali ini, Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Pariwisata Danau Toba  (BOPDT), bersama masyarakat Pardamean dan Parsaoran Sibisa, bekerjasama untuk menerapkan kembali 5 unsur batak tersebut dalam kehidupan masyarakat.

Acara tersebut juga dihadiri Praktisi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Kepala Desa Parsaoran Sibisa, Kepala Desa Pardamean Sibisa, Tokoh Masyarakat Desa Pardamean dan Parsaoran Sibisa, Karang Taruna Pardamean dan Parsaoran Sibisa dan Tim DDP BOPDT, Senin (9/12/2019).

Kegiatan ini dilakukan sebagai tahap awal stimulan kepada masyarakat untuk lebih siap menerima pariwisata dan nantinya bisa menjadi pelaku wisata sesungguhnya, serta menggali potensi yang bisa dikembangkan oleh Desa Pardamean Sibisa dan Parsaoran Sibisa.

Kepala Desa Pardamean dan Parsaoran, serta tokoh masyarakat mendukung penuh dan menyambut baik setiap program yang nantinya dilakukan oleh BOPDT untuk dapat mengembangkan desa mereka.

Masyarakat diharapkan dapat menangkap peluang pengembangan pariwisata dengan mendahulukan kebersihan di lingkungan sekitar, dan ramah tamah kepada wisatawan.

Dalam sambutannya, Direktur Destinasi Pariwisata BOPDT, M. Tata S, menjelaskan, bahwa desa Pardamean Sibisa dan Parsaroan Sibisa memiliki potensi untuk dijadikan desa wisata, jika masyarakatnya bergotong – royong, bersama – sama membenahi desa dan berpartisi penuh dalam pengembangan desa wisata.

Semua stakeholder baik masyarakat, perangkat desa, ibu PKK, tokoh agama /tokoh masyarakat, karang taruna, pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat, harus bekerjasama mentrigger percepatan pengembangan desa wisata di sekitar lahan zona otorita, khususnya di Pardamean Sibisa dan Parsaroan Sibisa, ucapnya.

Nantinya yang diharapkan setelah tahap stimulant sudah selesai dilakukan, maka tahap selanjutnya yaitu desa Pardamean Sibisa dan Parsaroan Sibisa, harus siap menyediakan transportasi, akomodasi/homestay, kuliner, destinasi, hiburan setempat, dan souvenir, sebagai penanda ciri khas daerah tersebut, sehingga memberikan pengalaman berwisata yang mengesankan kepada wisatawan, katanya.

Sementara, Praktisi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Lokot Ahmad Enda Siregar mengatakan, bahwa hubungan kebersihan dalam budaya Batak (Poda Na Lima) tersebut sangat mendukung pengembangan pariwisata, terutama dalam pembentukan destinasi yang disertai kebiasaan menjaga kebersihan dari masyarakat, agar dapat menciptakan kenyamanan bagi wisatawan.

“Kebersihan yang juga harus diperhatikan, yaitu terutama sanitasi dan toilet. sebagai sarana pendukung wisata. Sanitasi sangat erat kaitannya dengan pariwisata. Ketersediaan toilet, fasilitas air bersih, fasilitas pengolahan limbah sangat mendukung pembentukan kebersihan dan kenyamanan bagi wisatawan,”jarnya.

Menurutnya, kegiatan sadar wisata sangat penting dalam pengembangan pariwisata, terutama dalam meningkatan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam merawat dan menjaga destinasi pariwisata.

Adapun tujuan dari kegiatan sadar wisata, yaitu terwujudnya destinasi pariwisata yang berdaya saing dan menciptakan iklim kepariwisataan di daerah pariwisata yang dinamis, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menumuhkan kegiatan pariwisata sebagai sektor strategis pembangunan daerah dan membuka peluang kerja dan pendapatan bagi masyarakat setempat.

Diharapkan, nantinya masyarakat Pardamean Sibisa dan Parsaroan Sibisa dapat membentuk Pokdarwis yang beranggotakan masyarakat setempat untuk menggerakan roda pariwisata setempat. Dan mayarakat Pardamean Sibisa dan Parsaroan Sibisa harus mulai memetakan potensi desa wisata.

(Stg)