Beranda Hukum Masyarakat Madina Minta Kapolres Periksa Kadis Pertanian Madina

Masyarakat Madina Minta Kapolres Periksa Kadis Pertanian Madina

715
0
IMG-20180409-WA0083
Loading...

Buktipers.com – Madina (sumut)

Sejumlah kasus yang berpotensi merugikan dana keuangan Negara ada di Dinas pertanian, peternakan dan perkebunan Kabupaten Mandailing Natal, kendati kasus-kasus tersebut tidak pernah berakhir di meja  hijau.

Apakah Polres Madina tidak pernah mendegar dari media atau pura-pura tidak dengar hal yang disampaikan Sekretaris PAC Pemuda Pancasila Bukit Malintang pada buktipers.com Senin (9/4/2018) di Panyabungan.

” Begitu banyaknya dungaan-dugaan Korupsi yang berada di lingkungan Dinas Pertanian Madina bahkan beberapa media baik media cetak, media online dan juga di medsos (media sosial) telah memberitakan namun pihak penengak hukum wilayah Polres Madina tidak pernah terdegar nemanggil atau memeriksa Kadis Pertanian. Apakah Polres Madina pura pura tidak mendegar atau apakah sudah ada MOU yang di sepakati?” Ungkap Marga pulungan.

Baca Juga!  Polisi Gerebek Pabrik Miras Oplosan Omzet Rp 1 Miliar di Riau

Pulungan menambahkan jika Polres Madina tidak berani memanggil Kadis Pertanian masyarakat nanti pasti berprasangka buruk pada pihak polres.

“Dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pertanian bukan hanya berjumlah ratusan juta namun telah mencapai miliayaran rupiah. Contohnya pengembangan tanaman kacang kedelai 2000 Ha. Perhektar 1,5 juta dimana lokasinya….? Cetak sawah dari dana bansos tahun anggaran tahun 2011 dan 2012 bukan lagi rahasia umum bagi masyarakat Mandailing Natal. Cetakan sawah tahun anggaran 2011 yang lalu cetak sawah berada di Desa Banjar Aur Desa Utara Kecamatan Sinunukan seluas 300 hektar, Desa Tunas Karya Kecamatan Natal seluas 300 hektar, jumlah anggaran per hektarnya sebesar Rp. 7,5 juta/hektar jika di jumlahkan Rp 4,500,000,000 (4,5 M). Dan pada tahun 2012 di kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu dengan luas 300 hektar dengan nilai Rp.10 juta/hektar. Di kecamatan Siabu 600 Ha (Huta Puli, Huta Raja dan Desa Huraba) Rp. 10 juta per Hektar jadi dalam tahun 2012 anggarak cetak sawah (9M) dan Kita berharap kepada Kapolres Madina supaya secepatnya memanggil dan memeriksa kadis pertanian “TZR” untuk mempertanggung jawabkan kinerjanya. Jika memang polres tidak memanggilnya niscaya krpurcayaan masyarakat pada lingkungan kepolisian berkurang. Tutur Pulungan (Me)

Loading...