Material Bantuan RTLH Senilai Rp 30 Juta di Tanjung Beringin Tersendat, Diduga Ini Penyebabnya

0
75
Terlihat salah satu penerima bantuan RLTH Tahun 2021 pembangunannya terhenti.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Penerima bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH)  tahun 2021 di Serdang Bedagai sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman (Perwakim) Sumatera Utara yang telah memberikan bantuan pada masyarakat yang menempati rumah tak layak huni.

Namun, sangat disayangkan, dalam pelaksanaan penyaluran bantuan RTLH  tersebut hingga kini penerima manfaat tertunggu – tunggu akibat bahan material diduga tidak sesuai dengan RAB dan tersendat.

Seperti halnya pada penerima manfaat senilai Rp 30 juta yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam  penyaluran bahan material tersebut dinilai asal antar pada penerima, seperti  batu bata, besi, semen, pasir, batu koral dan kerikil yang tidak disertai dengan satuan harga pada bon faktur yang diterima manfaat.

Sehingga dalam penyaluran material tersebut diduga menjadi lahan basah bagi insan yang untuk mencari keuntungan finansial.

Selain itu, bahan material seperti batu bata yang seharusnya batu bata mesin terlihat batu bata yang disebut – sebut batu bata kampung yang ukurannya lebih kecil dari batu bata yang standart digunakan.

Hal ini diduga akibat tidak adanya negosiasi oleh penerima manfaat pada pihak pengusaha (panglong) sehingga menimbulkan pertanyaan besar bagi penerima dan masyarakat.

Saat dikonfirmasi wartawan, pada salah seorang penerima manfaat, Jumat (10/12/2021) yang namanya tidak mau disebutkan di media ini mengatakan, barang yang mereka terima sekitar setengah bulan yang lalu hingga kini bahan tambahan belum juga datang, sehingga  mereka tersendat dalam pengerjaannya.

“Kami tidak tau dari mana asal bahan material ini atau panglongnya, tiba-tiba bahan materialnya datang dan kami terima bon faktur pengantar yang tidak ada tertera  satuan harga barang material kami terima bang,”katanya.

Saat disinggung terkait adanya dugaan  pengutipan sebesar Rp 500 ribu untuk pembuatan SPJ, pihak penerima mengatakan tempo hari ada, tapi sekarang uangnya sudah di kembalikan bang, ungkap penerima .

Ketika dikonfirmasi wartawan pada pihak pengusaha (panglong) yang terdekat pada lokasi pihak penerima manfaat di Kecamatan Tanjung Beringin mengatakan, mereka tidak ada terima orderan bahan material untuk bantuan rumah dari Provinsi.

Dengan adanya dugaan dan kejanggalan tersebut, masyarakat berharap pada pemerintah dan instansi terkait, khususnya Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman (Perwakim) Provinsi Sumatera Utara untuk segera melakukan peninjauan dan mengadakan evaluasi dalam penyaluran bantuan RTLH tersebut.

 

(ML.hrp)