Mau Dikonfirmasi Soal BLT, Peratin Pekon Padang Rindu Diduga Alergi dan Lecehkan Wartawan

0
1423
Khairil Anwar, Peratin Pekon Padang Rindu, Kecamatan Pesisir Utara. (dok)
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Perilaku kurang ramah dan terkesan alergi terhadap kehadiran  wartawan, ternyata masih banyak dijumpai di lapangan oleh para pewarta, saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Seperti sikap dan perilaku yang diperlihatkan Khairil Anwar, oknum Peratin Pekon Padang Rindu, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, terhadap wartawan yang hendak meminta konfirmasi terkait keluhan dari beberapa warganya karena tidak terdata sebagai penerima Bantuan Lansung Tunai (BLT) akibat dampak virus corona (Covid-19), Jumat (15/5/2020) lalu.

Suwandi, salah satu wartawan online menuturkan, pada saat pihaknya, bersama rekannya berkunjung ke rumah oknum Peratin Padang Rindu, untuk konfirmasi realisasi BLT di pekon setempat, oknum peratin tersebut diduga sengaja menghindar dan tidak mau menemui awak media. Bahkan beberapa kali dihubungi melalui telponnya, tetap tidak ada tanggapan.

Menyikapi hal itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesisir Barat, Agustiawan, sangat menyanyangkan sikap dan perilaku  oknum Peratin Padang Rindu yang dinilai tidak bersahabat dengan media tersebut.

“Peratin itu kan perpanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan roda ke pemerintahan di tingkat pekon, yang memang sudah seharusnya menjadi contoh dan pelayan yang baik bagi masyarakat. Jadi, mengapa harus risih dengan kedatangan wartawan, selaku penyampai informasi, serta sebagai sosial kontrol dalam mendukung pembangunan,” kata Agustiawan.

Agustiawan meminta pada dinas terkait, serta aparat penegak hukum (APH) untuk mengevaluasi kinerja dan mengaudit semua pembangunan di Pekon Padang Rindu yang bersumber dari Dana Desa (DD).

“Selain terkesan sudah melecehkan profesi wartawan,  sikap yang seolah-seolah tidak senang, jika ada media  yang meliputi pembangunan dalam pekonnya itu, juga sudah menunjukkan, bahwa oknum Peratin Padang Rindu, disinyalir tidak transparan dalam pengelolaan dana desa. Oleh sebab itu, saya minta pada pihak-pihak terkait untuk mengevaluasi semua pembangunan yang ada di Pekon Padang Rindu,” tegas Agustiawan.

(Andi)