Mayat Wanita WNI Ditemukan dalam Koper di Makkah, 2 Terduga Pelaku Diamankan

0
4
Kota suci Mekah, Arab Saudi, digemparkan penemuan koper berisi jasad seorang perempuan muda asal Indonesia. Polisi masih melakukan investigasi penyebab kematian. (foto: ist)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Sesosok mayat wanita ditemukan di dalam sebuah koper di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi. Dua orang terduga pelaku berhasil diamankan.

Polisi Makkah meneriama laporan dari seorang warga yang menemukan koper mencurigakan di jalanan Mina, dekat fourth ring road. Setelah diperiksa, koper berisi jasad perempuan.

Berdasarkan laporan orang hilang yang dicocokan oleh polisi, jenazah dalam koper merupakan perempuan Warga Negara Indonesia (WNI).

Sampai berita ini diturunkan, polisi masih melakukan investigas mencari penyebab kematian. Sejumlah fakta muncul pascapenemuan koper mayat tersebut, apa saja?

1.Berusia 23 tahun

Berdasarkan pencocokan identitas yang diberikan seorang sponsor di Arab Saudi, usia perempuan WNI yang jasadnya dimasukkan ke dalam koper adalah 23 tahun.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha menuturkan, kepastian mayat tersebut WNI didapat setelah KJRI Jeddah melakukan kontak dengan kepolisian di wilayah Mina.

“KJRI Jeddah segera menghubungi Kepolisian Wilayah Mina. Didapatkan informasi bahwa jenazah tersebut merupakan seorang WNI dengan inisial A berusia 23 tahun,” kata Judha, Senin (30/11/2020).

2.Tenaga Kerja Indonesia

Perempuan yang jasadnya ditemukan di dalam koper tinggal di Arab Saudi untuk bekerja. Fakta ini diketahui setelah sponsornya bekerja di Makkah melaporkan korban tidak masuk kerja di hari koper berisi mayat itu ditemukan.

3.Dua orang terduga pelaku ditangkap

Tak lama setelah penemuan koper berisi mayat, polisi Mina menangkap dua orang WNI yang diduga terlibat dalam penempatan jenazah. Identitas keduanya masih dirahasiakan, serta masih dimintai keterangan oleh polisi setempat.

4.Tidak ada tanda kekerasan

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha menuturkan, kepolisian setempat telah melakukan penangkapan terhadap dua WNI yang diduga terlibat dalam penempatan jenazah dalam koper tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Hasil visum menunjukkan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada jenazah A. Namun untuk memastikan penyebab kematian, akan dilakukan proses autopsi,” kata dia.

5.KJRI telah menghubungi keluarga korban dan memberi pendampingan

Kemlu membantu KJRI Jeddah telah menghubungi keluarga A dan melakukan pendampingan hukum terhadap dua WNI yang ditangkap. Menurutnya, KJRI Jeddah sendiri telah menyediakan jasa penerjemah selama kedua WNI tersebut menjalani pemeriksaan dari otoritas setempat. “KJRI juga akan membantu proses pemulasaraan jenazah A sesuai permintaan keluarga,” katanya.

 

Sumber : iNews.id