Megawati: No, Tidak Ada Penundaan Pemilu 2024!

0
1
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Ketua Umum PDIP yang juga Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, berbicara tentang Pemilu 2024. Megawati menegaskan tidak ada penundaan Pemilu 2024.

“2024 sudah jelas. Presiden sudah jelas bahwa tidak ada penundaan,” kata Megawati dalam ‘Kick Off & Talkshow Pembentukan BRIDA’ yang ditayangkan akun YouTube BRIN Indonesia, Rabu (20/4/2022).

Megawati menyinggung kondisi bangsa yang pontang-panting karena pandemi COVID-19. Megawati menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyatakan tidak ada penundaan pemilu.

“Apa nggak pontang-panting udah kena pandemi udah gitu dari sisi kepemerintahan segala macem hanya gara-gara sebuah keinginan penundaan yang sudah tegas-tegas dikatakan oleh presiden tidak ada penundaan. Kurang apa lagi?” kata Megawati.

“Tapi itu kan permainan politik,” ujarnya.

Megawati menegaskan rakyat harus diberi makan. Megawati menyebut pemilu penting bagi rakyat Indonesia,

“Makanya saya tegas mengatakan sebagai ketua partai, no. Nggak ada penundaan sama sekali, tetap berjalan dengan apa adanya,” kata Megawati.

Singgung Indonesia Emas

Dalam forum yang sama, Megawati Soekarnoputri juga menyinggung jargon Indonesia Emas yang hendak dicapai pada 2045. Megawati mengaku bingung.

Megawati mempertanyakan maksud emas yang hendak dicapai. Sebab, kata dia, Indonesia masih punya masalah stunting.

“Seperti diterangkan oleh Pak Tito, oleh Pak Muhadjir bahwa kita akan katanya, katanya loh, mencapai Indonesia emas. Saya bilang sama presiden ini nanti emasnya kayak gimana Pak. Orang kita aja masih punya stunting, anemia, dan lain sebagainya,” kata Megawati dalam acara Kickoff Pembentukan BRIDA, seperti yang ditayangkan di akun YouTube BRIN Indonesia, Rabu (20/4/2022).

Megawati mengatakan stunting dan anemia masih menjadi persoalan di Indonesia. Megawati pun mengatakan masalah itu harus jadi perhatian pemerintah sehingga ke depan bukan hanya menghasilkan usia produktif, tetapi juga menghasilkan SDM produktif.

 

Sumber : detik.com