Beranda Kriminal Mengaku Diperintah Setan, Pria Rusia Bunuh Bocah 6 Tahun agar Bisa Kaya...

Mengaku Diperintah Setan, Pria Rusia Bunuh Bocah 6 Tahun agar Bisa Kaya dan Hidup Abadi

59
0
Denis Pozdeev (Foto: East2West)

Moskow, buktipers.com – Kasus pembunuhan sadis terjadi di Rusia. Seorang pria menikam anak laki-laki berusia 6 tahun dengan alasan diperintah oleh setan. Dia mengikuti perintah itu sebagai syarat agar bisa mendapat kekayaan serta hidup selamanya.

Pelaku, Denis Pozdeev (36), yang kesehariannya bekerja sebagai tukang listrik, ditangkap polisi atas tuduhan membunuh Kirill Savenkova, seorang anak penghuni rumah penampungan di daerah Artik, Naryan Mar.

Pria yang tertarik dengan ilmu hitam itu mengakui pembunuhan itu dalam rekaman video yang diambil polisi sesaat setelah ditangkap.

“Saya membaca mantra di sebuah buku tentang kehidupan kekal, kehidupan kekal bagi orang-orang terdekat serta bisa hidup kaya,” kata Pozdeev, kepada seorang penyelidik, seperti dikutip dari Mirror, Sabtu (2/11/2019).

Baca Juga!  Kapolres Nias Laksanakan Sholat Juma'at Bersama Dan Santuni 24 Penggali Kubur

Dia mencari anak sebagai korbannya sebagai sarat yang diberikan setan.

“Seorang anak harus dibunuh agar mantra itu menjadi kenyataan,” tuturnya.

Setelah kejadian ini Pozdeev mengakui mantranya tidak berhasil, bahkan sebaliknya dia dijebloskan ke penjara.

Elena Savenkova, ibu korban yang juga guru di rumah penampungan anak, mengisahkan tentang bagaimana putranya dibunuh. Saat itu korban sedang tidur siang bersama anak-anak lainnya.

“Ada guru yang menangis di telepon, ‘Kita mengalami keadaan darurat’,” kata Savenkova, sebelum diberi tahu putranya menjadi korban.

“Saya pikir mungkin anak saya terjatuh dan kakinya patah. Saya lari ke pintu dan awalnya mereka tidak mengizinkan saya masuk. Dia terbaring bersimbah darah,” ujarnya, lagi.

Baca Juga!  Cerita Dosen Unsyiah Aceh Selamat dari Penembakan New Zealand

Hanya anaknya yang ditikam secara membabi buta, sementara teman-temannya dibiarkan.

Menurut Savenkova, para guru ada di ruang lain saat kejadian sehingga pelaku leluasa beraksi.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa Pozdeev sebelumnya pernah dihukum karena memasang simbol Nazi. Dia dibebaskan setelah membayar denda 1.500 rubel.

 

Sumber : iNews.id

 

Loading...