Mengungkap Tabir Misteri Salam Perpisahan dan Tangisan Brigadir Yosua Jelang Kematian

0
3
Foto: Antara
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com  – Tim khusus (timsus) gabungan internal dan eksternal yang mengusut penembakan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Poli nonaktir Irjen Ferdy Sambo terus bekerja keras membongkar kasus tersebut.

Timsus dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjawab keraguan publik. Setelah sepekan timsus tersebut bekerja, 2 jenderal dan 1 kombes pun dinonaktifkan.

Di sisi lain, Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat ternyata sempat mengucapkan salam perpisahan kepada orang kepercayaannya sehari sebelum kematiannya.

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengaku telah menemukan jejak rekaman elektronik mengenai kondisi Brigadir J. Rekaman tersebut, lanjut dia, diketahui ada sejak Juni 2022.

“Sampai di hari terakhir dia mau dibunuh, tepatnya tanggal 7 dia curhat dan sudah mengucapkan kata-kata perpisahan. Artinya, dia tahu bahwa dia bakal dibunuh,” ujar Kamaruddin, dikutip Senin (25/7/2022).

Menurutnya, isi rekaman tersebut tidak hanya menunjukan bahwa Brigadir J akan dianiaya, melainkan diancam akan segera dibunuh.

“Ada rekaman elektronik kami dapat dari orang kepercayaannya, dia di sana nangis-nangis, dia dalam artian almarhum. Kenapa dia nangis karena dia diancam mau dibunuh,” ungkapnya.

Kamaruddin menambahkan bahwa ancaman kepada korban tersebut bahkan bersifat to the point, bahwa Brigadir J akan segera dihabisi hingga tewas. “Ancaman pembunuhannya dia akan dihabisi dan dia akan dibunuh,” tutupnya.

Sebelumnya, Polri menyatakan bahwa status hukum Bharada E sampai dengan saat ini masih dalam status saksi terkait kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam.

“Status masih jadi saksi (Bharada E),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Senin (25/7/2022).

Menurut Dedi, Bharada E masih dalam saksi dalam kasus yang bergulir di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. “Status masih jadi saksi untuk kasus yang disidik Polda Metro dan Bareskrim,” ujar Dedi.

 

Sumber : Okezone.com