Tiga Menteri Resmikan Kawasan Toba Caldera Resort

0
225
Peresmian kawasan Toba Caldera Resort dihadiri tiga menteri, yaitu Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan juga Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, dan Dirut BOPDT, Arief Prasetio.
Dijual Rumah

Toba Samosir, buktipers.com – Tiga menteri meresmikan kawasan Toba Caldera Resort. Ketiga menteri tersebut, yaitu Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan dihadiri Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, Dirut BOPDT, Arief Prasetio, Bupati Toba Samosir, Ir Darwin Siagian, Bupati Samosir, Ir Rapidin Simbolon, Bupati Humbahas, Dosmar Banjar Nahor, Kapolda Sumut diwakili Karo Ops, Kombes Pol M Ginting, mewakili Pangdam l Bukit Barisan, Danrem 0230, Kolonel Tri Sakti, Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprovsu, Binsar Situmorang, dan Kepala Dinas Pariwisata Pemvrosu diwakili Unggul Sitanggang.

Acara peresmian kawasan lahan zona otorita tersebut, juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Investor OT Agung Concern, Investor PT ARCS House, Investor PT Crystal Land Development, Investor PT Gamaland Tiba Properti, Investor PT Indah Toba Mas, Investor PT Heritage Resort and Spas serta tokoh masyarakat Pardamean Sibisa, Pontas Sirait, Pahala Sirait, tokoh masyarakat Motung, dan tokoh masyarakat Sigapiton.

Peresmian kawasan Toba Caldera Resort yang berada di lahan zona otorita dengan luas 386,72 Ha tersebut,  berada di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir dan nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berbasis internasional.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya menyampaikan “bahwa sebelum kami berangkat dari Jakarta, kami dipanggil Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo (Jokowi ) ke Istana Bogor, dan Presiden menyampikan pesan, supaya dalam pelaksanaan pembangunan Kaldera Danau Toba tidak ada yang tersakiti dan kita pastikan tidak ada masyarakat yang tersakiti di kawasan Kaldera Toba,”kata Luhut.

“Karena tujuan satu-satunya dibangun kawasan Kaldera Toba ini dengan maksud untuk mensejahterakan masyarakat melalui kehadiran Badan Otorita Danau Toba yang menjadikan kawasan tersebut, menjadi kawasan pariwisata internasional. Nah, kalau sudah jadi kawasan ini menjadi kawasan pariwisata, tentu akan terjadi pergerakan ekonomi di masyarakat dan masyarakat akan sejahtera. Namun jika ada yang menyakiti bapak dan ibu, kasih tahu kepada saya akan saya tumbuk dia,”kata Luhut.

Luhut juga berpesan kepada masyarakat kawasan Danau Toba agar jangan mau diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. San apabila ada masalah, datang kepada saya dan kita carikan solusi yang terbaik, katanya.

Sementara itu, Gubsu, Edy Rahmayadi dalam sambutannya “mengucapkan banyak terima kasih kepada Sang Pencinta Alam karena Sang Pencinta Alam sudah memberikan surga kecil dan tempat yang indah ini.

Dan tempat ini juga akan dimulai pembangunan, untuk itu saya bersyukur kepada Tuhan dan mari kita dukung bersama-sama. Karena dana yang sudah disiapkan pemerintah pusat untuk pembangunan kawasan Danau Toba ini luar biasa banyaknya, jadi untuk apa lagi masyarakat ribut-ribut, marilah kita dukung pembangunan ini,”ujarnya.

Masih katanya, dia selaku Gubernur Sumatera Utara, bersama rakyat Sumatera Utara mendukung  pembangunan kawasan Danau Toba ini.

Sementara, Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyatakan, bahwa acara hari ini ada tiga bagian, diantarnya, peresmian The Kaldera Nomadic Escave, peletakan batu pertama Groundbreaking Toba Kaldera Resort dan penandatanganan Letter Of Investment (LOI) bersama  enam investor yang sudah berinvestasi.

“Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, bahwa Danau Toba sudah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas dengan pembangunan yang berkelas dunia, dan diharapkan pada bulan April 2020 mendatang, pembangunan glamping camp sudah selesai, serta boleh menjadi tempat menginap bersama Presiden,” ujar Arief Yahya.

Di tempat yang sama, Budikarya Sumadi selaku  Menteri Perhubungan menjelaskan, bahwa Bandara Sibisa, pada akhir Tahun 2020 akan selesai dibangun. Sehinga dapat dilandasi berbagai pesawat maupun jet pribadi, dengan anggaran pengembangan Bandara Sibisa sekitar Rp70 Milliar.

“Rp1 Trilliun anggaran Kementerian Perhubungan hingga Tahun 2020 disalurkan untuk menata kawasan Danau Toba, termasuk pembangunan 12 unit dermaga, di Ajibata, Muara, Simanindo, Tigaras, Parapat, dan pengadaan 2 unit Kapal Ihan Batak 2 dan Kapal Roro Bus Keliling Danau Toba bermuatan 500 orang,” papar Menteri Perhubungan itu.

Tokoh masyarakat Pardamean Sibisa, Pontan Sirait didampingi Simon Sitorus alian Pak Helen dan Pahala Sirait, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan Investor, atas pembanguan di daerah Sibisa ini.

(Stg)