Menteri Susi Ikut Posting Insiden Kapal Hiu Macan Diteror Kapal dan Helikopter Malaysia

0
191
Coast Guard Malaysia mencoba menghalangi KKP menangkap kapal pencuri ikan berbendera Malaysia. Facebook/Moch Slamet
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan

Video viral Kapal Patroli (KP) Hiu milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dikejar dan bertuliskan ‘Maritim Malaysia’ dan helikopter Negeri Jiran tersebut, sudah sampai kepada Menteri Susi Pudjiastuti.

Susi Pudjiastuti pun ikut memposting insiden tersebut di akun Twitter miliknya, @Susi Pudjiastuti pada Rabu (10/4/2019) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

“Kapal Patroli Indonesia Dikejar Malaysia di Perairan Belawan,” demikian keterangan foto yang diunggah Susi.

Insiden menegangkan ini terjadi saat Kapal Patroli (KP) Hiu menangkap dua kapal Malaysia yang sedang melakukan penangkapan ikan ilegal di Perairan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (3/4) lalu. Tak lama setelah penangkapan itu, kapal patroli milik KKP tersebut dikejar oleh Kapal Maritim Malaysia.

Video tersebut dikirimkan oleh pemilik akun Facebook Mochammad Slamet, Selasa (9/4/2019).

Dalam unggahannya itu, ada dua video yang dibagikan oleh Mochammad Slamet.

Video pertama tampak detik-detik kapal ‘Maritim Malaysia’ mengejar kapal Indonesia yang sudah berada beberapa meter jauh lebih depan daripada kapal tersebut.

Kapal bertulis ‘Maritim Malaysia’ tersebut berwarna hitam yang dikemudikan oleh beberapa orang.

Sementara, dalam video kedua yang dibagikannya, tampak kapal ‘Maritim Malaysia’ sudah berhasil mendekati kapal milik Indonesia.

Perekam video tampak memperlihatkan beberapa orang yang diduga adalah warga Malaysia tampak menunjuk dan seperti memberi tanda pada perekam video.

“Mereka yang masuk ini, santai saja siap di sini saja,” kata seorang pria dalam video tersebut.

Sesekali, seorang pria di atas kapal ‘Maritim Malaysia’ tersebut berada di bibir kapal sambil memberikan isyarat.

“Indonesia,” teriak perekam video.

“Kita sudah dikejar di lautan kita sendiri oleh Malaysia,” kata perekam video.

Sementara itu, pria lainnya yang berada dalam video tersebut menjelaskan bahwa pihak Malaysia diduga menganggap wilayah tempat kapal Indonesia melaju adalah miliknya.

“Ini mereka ingin ngotot, ini wilayah dia katanya, wilayah Malaysia,” kata pria tersebut menjelaskan.

“Padahal sudah jelas ini wilayah Indonesia,” katanya lagi.

Meski mendapatkan tekanan, dua pria tersebut menjelaskan akan tetap mempertahankan kapal tangkapan milik nelayan Malaysia.

“Kami tetap bertahan karena ini adalah wilayah Indonesia yang harus kita jaga,” kata perekam video itu.

“Mereka sampai sekarang masih masuk ke wilayah Indonesia, inilah dia (kapal Malaysia) dengan nomor lambung 1813 dengan diawaki empat orang,” jelas pria itu.

Dijelaskannya lagi, kapal Indonesia tersebut dikatakan masih di wilayah Indonesia bukan Malaysia.

“Kita sekarang di wilayah Indonesia dan mereka masih tetap ngotot untuk masuk,” jelas pria itu lagi.

“Dan mereka masih saja terus mengikuti kita,” tambahnya.

Sambil memberikan penjelasan tersebut, tampak awak kapal yang ada di kapal Maritim Malaysia berteriak mengajak berkomunikasi.

Dalam rekaman tersebut, tampak kapal bertuliskan ‘Maritim Malaysia’ masih terus mengejar kapal Indonesia.

Bahkan kapal tersebut merapatkan jarak dengan kapal Indonesia.

“Mereka masih terus masuk mengejar kita,” kata sang pria.

“Padahal jelas-jelas ini adalah wilayah kita Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu pria yang sejak tadi membawa senjata dan berada di pinggir kapal, tampak tenang meskipun mendapatkan tekanan dari Malaysia.

“Mereka masih tetap ngotot suruh berhenti suruh berhenti, tapi kita lanjut terus, NKRI harga mati,” jelas pria berkacamata itu.

“Demi nusa dan bangsa kutaruhkan jiwa dan ragaku untuk melindungi NKRI meskipun Malaysia mengintimidasi katanya wilayah Malaysia tapi di peta kami tetap ini wilayah Indonesia,” jelasnya.

Sampai akhir video yang berdurasi 3:09 detik tersebut tampak kapal bertuliskan ‘Maritim Indonesia’ masih tetap mengejar kapal Indonesia.

Tak lama berselang, muncul helikopter Malaysia mengarah ke Kapal Patroli Hiu.

Kapal Patroli (KP) Hiu milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Susi Pudjiastuti diintervensi Kapal Maritim Malaysia di Perairan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (3/4) lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman membenarkan insiden tersebut. Namun, ia menolak menjelaskan secara rinci terkait kronologi insiden intervensi tersebut.

Agus mengatakan, KKP sedang melakukan proses nota diplomatik melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) saat ini.

“Peristiwa intervensi kami sedang proses nota diplomatik melalui Kemenlu. Mohon waktunya, biar surat kami kirimkan dulu,” ucapnya.

Sumber : tribunnews.com