Beranda Nasional Menteri Susi Larang Keras Bayi Lobster Dijual, Ini Alasannya

Menteri Susi Larang Keras Bayi Lobster Dijual, Ini Alasannya

53
0
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kembali melepas bayi lobster yang disita karena hendak diselundupkan. (Foto: Humas KKP)

Buktipers.com – Jakarta

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melarang penangkapan dan penjualan bayi lobster. Pasalnya, kegiatan tersebut merugikan Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan bayi lobster tidak boleh lagi ditangkap karena mengancam keberlanjutan komoditas tersebut di perairan Indonesia.

Selain itu, kata dia, penjualan bayi lobster merugikan. Pasalnya, nilai jual benih lobster sangat murah dibandingkan lobster yang sudah dewasa.

“Bibit lobster diambil dan dijual dengan harga Rp3.000, Rp10.000, Rp30.000 per ekornya. Padahal, harga satu ekor lobster kan sama dengan harga 30 kg, 40 kg, 50 kg ikan,” kata dia melalui keterangan tertulis, Minggu (14/7/2019).

Menteri Susi berharap bayi lobster yang ditangkap segera dilepasliarkan dan dibiarkan tumbuh di laut. Dengan begitu, nelayan bisa memanen saat lobster tersebut dewasa.

Baca Juga!  Tank Buatan Anak Kampung Jadi Perhatian Masyarakat

Dia menyebut, bayi lobster selama ini kerap diperjualbelikan secara ilegal. Praktik ini sudah berlangsung lama karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Oleh karena itu, dia bertekad menindak tegas penyelundupan bayi lobster.

Menurut perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat itu, pelarangan penangkapan dan penjualan bayi lobster kini sudah memiliki aturan yang jelas. Hal tersebut setelah adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016 tentang Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

 

Sumber : iNews.id

Loading...