Mertua Pergoki Menantu Perempuan dengan Laki-Laki lain dalam Kamar, Diduga Selingkuh

0
12
Warga saat mendatangi Polres Batubara meminta pasangan diduga selingkuh agar diproses adat karena telah merusak citra kanpung mereka. (foto: iNews/Fadli Pelka)
Dijual Rumah

Batubara, buktipers.com – Kasus dugaan perselingkuhan gegerkan warga Kampung Tiga Dolok, Dusun VIII, Desa Benteng, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Seorang ibu rumah tangga (IRT) warga setempat berinisial SR (30) kedapatan dalam kamar bersama laki-laki beristri warga Desa Pahang.

Kakak ipar SR, Ijai (33) menceritakan, kronologi kejadian bermula saat ayah kandungnya bernama Siam Tango (55) berkunjung ke rumah menantunya. Saat di perjalanan, dia berjumpa dengan cucunya yakni anak pertama SR sedang bermain. Sang cucu ketika itu memberitahukan jika di rumah mereka ada laki-laki teman ibunya.

“Aku di suruh mama main-main dulu. Di rumah ada tamu laki-laki,” ujar Ijai menirukan ucapan anak SR yang masih berusia 8 tahun kepada ayahnya, Minggu (4/10/2020).

Setelah mendengar kata cucunya itu, Siam melanjutkan perjalanannya menuju rumah menantunya. Sesampai di lokasi, dia memergoki menantu perempuannya dengan laki-laki asing sedang duduk berduaan di dalam kamar. Laki-laki tersebut langsung keluar dari kamar dengan hanya memakai celana pendek tanpa baju.

Curiga menantunya berselingkuh, Siam berteriak dan memberi tahu warga satu kampung. Warga yang mendengar adanya perselingkuhan itu beramai-ramai mendatangi rumah SR dan sempat menghakimi laki-laki yang ternyata sudah memiliki istri. Selanjutnya anggota Polsek Labuhan Ruku yang menerima laporan datang mengamankan kedua pasangan diduga selingkuh tersebut.

Namun warga tak puas, mereka mendatangi Polsek dan meminta agar pasangan selingkuh itu diserahkan ke warga untuk membersihkan nama baik kampung di hadapan tokoh adat dan tokoh agama. Keduanya juga diminta memberi upah- upah dan tepung tawar sesuai adat istiadat yang berlaku di Kampung mereka.

“Kedatangan kami ke sini meminta SR maupun teman selingkuhannya agar membersihkan nama baik kampung yang telah mereka kotori,” kata sejumlah oma-oma di Polsek Labuhan Ruku.

Karena situasi tak kondusif, anggota Polsek membawa keduanya ke Polres Batubara untuk pengamanan. Warga kemudian datang ke Polres Batubara dan kembali meminta hal yang sama agar keduanya membuat surat pernyataan dan bersedia membersihkan nama baik kampung mereka.

“Kami tidak peduli mereka mau berdamai atau tidak. Tapi bersihkan nama kampung kami dari perbuatan perselingkuhan itu,” kata seorang warga.

Kedatangan warga ke Mapolres Batu Bara itu diterima Kanit Tipiter Polres Batu Bara Ipda Wahidin. Menurut Wahidin tuntutan oma-omak itu akan segera ditindaklanjuti

“Kedua belah pihak tidak ada yang mengadu dan keberatan jadi kami tidak bisa memproses perkaranya sesuai Pasal 284 tentang Perzinahan. Karena itu kami kembalikan kepada kepala desa dan tokoh-tokoh adat setempat untuk penyelesaian,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Ssuami SR bernama Ongah (31) sekaligus anak dari Siam tidak berada di rumah. Dia sedang pergi melaut sebagai nelayan.

 

Sumber : iNews.id