Midang Morge Siwe Pukau Pemudik Dan Masyarakat Kayuagung

0
359
Loading...

BuktiPers.Com – Kayuagung (Sumsel)

Ribuan Masyarakat Kayuagung dan pemudik berbondong – bondong nantikan Midang Morge Siwe di Kota Kayu agung. Tampilan rombongan midang dari kelurahan-kelurahan tersebut berhasil pukau masyarakat dan pengunjung, Minggu (17/06/2018).

Sepertihalnya hari ini ada enam kelurahan yang mengikuti acara Midang Morge Siwe, yakni kelurahan Tanjung Rancing,jua-jua, sida kersa, mangunjaya, Kayuagung Asli, antusias masyarakat untuk melihat midang tahunan tersebut, akibatkan kemacetan arus lalulintas sesaat.

Midang Morge Siwe merupakan tradisi masyarakat suku di Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang rutin diselenggarakan setiap tahun pada hari ke 3-4 Hari Raya Idul Fitri dan menjadi agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI, sehingga menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat disana dan sekitarnya. Seperti halnya pada perayaan Idul Fitri 1439 H, Minggu dan Senin (17-18/6/2018).

Midang dalam istilah masyarakat Kayuagung adalah sebuah kegiatan berjalan kaki dengan menggunakan pakaian adat perkawinan masyarakat Kayuagung, bebuke artinya lebaran.

Baca Juga!  Dishub Malang Gelar Operasi Parkir

Awalnya, midang ini ada pada abad ke-16 yang merupakan persyaratan untuk menjemput mempelai perempuan yang dilakukan mempelai laki-laki yang masuk dalam adat istiadat perkawinan. Seiring berjalannya waktu, midang ini terus mengalami perkembangan dan mulai tahun 1954 telah dilaksanakan midang bebuke morge siwe.

Para pesertanya melakukan arak-arakan dengan mengunakan pakaian adat perkawinan “Mabang Handak” (adat perkawinan Kayuagung,red). Ada belasan macam pakaian adat perkawinan yang ditutup dengan pemusik tanjidor.

Peserta midang  berasal dari 11 kelurahan dalam Kecamatan Kota Kayuagung ,yang digelar selama dua hari dengan rute menelusuri jalan-jalan protokol dan menyeberangi Sungai Komering melalui jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kutaraya dengan kelurahan Mangunjaya, dan finish di Pendopoan Rumah Dinas Bupati OKI yang dimulai pukul 13.00WIB dari kelurahan masing-masing.

Midang Morge siwe awalnya merupakan satu dari rangkaian adat perkawinan Mabang Handak (Burung Putih,red) masyarakat Kayuagung pada masa itu, yang merupakan perkawinan dalam adat yang tertinggi di Morge Siwe (Sembilan Marga).

Baca Juga!  Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Pawai Karnaval

Dimana jika ada pasangan muda-mudi yang melangsungkan pernikahan, maka salah satunya adalah dengan digelarnya midang yang pesertanya muda mudi berasal dari masyarakat sekitar dengan tujuan untuk memperkenalkan pada khalayak ramai.

Bahkan tak jarang saat kegiatan midang sedang berlangsung, ada orangtua yang berminat untuk menjodohkan anaknya dengan salah seorang peserta.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI, Ir Ifna Nurlela, saat ini midang menjadi salah satu adat budaya yang masih bertahan karena dilestarikan di Kabupaten OKI. “Adat arak-arakan ini sudah sejak lama dilakukan, para pelakunya adalah para muda-mudi dalam kelurahan,” terangnya.

Lanjut dia, dahulu midang dilakukan oleh muda-mudi yang kelurahannya ada hajatan pernikahan, kemudian untuk melestarikannya dikembangkan menjadi agenda tahunan pariwisata setiap tahunnya tepatnya di setiap lebaran.

Baca Juga!  Dua Tahun Kepemimpinan Bupati Agus Istiqlal, Kemajuan Dan Pembangunan Pesibar Sangat Pesat

Midang ini sendiri juga menjadi even pariwisata nasional yang artinya bukan hanya milik kabupaten OKI saja, tapi sudah menjadi salah satu atraksi pariwisata yang terdaftar di Kementerian Pariwisata RI dan pernah juga ditampilkan di Istana Negara pada tahun 2007.

Plt Bupati OKI, HM Rifa’i mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten OKI sangat konsen mendukung tradisi midang sebagai warisan tradisi budaya leluhur yang sangat mahal nilai karakteristiknya.
“Tradisi ini merupakan aset budaya yang sangat diperhatikan disamping tradisi lainnya di Kabupaten OKI. Kondisi midang sampai saat ini masih sangat lestari, bahkan berkembang menjadi wisata budaya,” pungkasnya.

Wahyu salah satu warga mengatakan sengaja pulang kampung,lebaran ini merupakan moment berkumpul bersama keluarga dan bisa melihat Midang. “Hari Raya ini, kita pulang kampung selain berkumpul bersama keluarga, juga ingin melihat Midang,” tuturnya. (Man/Red)

Loading...