Miliki Sabu, Rudi Dan Ari Ditangkap Polisi

0
778
IMG-20170909-WA0003

BuktiPers.Com – Tebing Tinggi (Sumut)

Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi berhasil mengamankan 2 pelaku Narkoba jenis sabu di tempat berbeda.

Menurut informasi di Mapolres Tebing Tinggi, Sabtu(9/9/2017) sekira jam 10.00 WIB melalui Kasubag Humas AKP MT. Sagala membenarkan dan menjelaskan kronologis kejadian.

Rudi (33) warga dusun II, Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, Sergai ditangkap Minggu (3/9) sekira jam 22.40 WIB di Jln Lintas Tebing Tinggi – Pematangsiantar, Kecamatan Dolok Merawan, Sergai, tepatnya di samping SMA Negeri 1 Dolok Merawan.

Darinya polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 1 bungkus kertas rokok yang berisikan 1 bungkus plastik kecil yang berisi 1 paket sabu, 1 unit Hp merk Nokia dan 1 unit sepeda motor RX King tanpa plat nomor polisi.

Pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa pelaku kerap memakai sabu. Mendapat informasi, selanjutnya polisi segera melakukan Lidik TKP. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan pelaku yang sedang menuju sekolah SMA Negeri 1 dengan mengendarai kereta RX king miliknya. Kemudian saat dilakukan penggeledahan, polisi berhasil menemukan barang bukti 1 paket sabu di kantongnya.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti segera dibawa ke Mapolres Tebing guna untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, jelas Sagala.

Dihadapan penyidik, pelaku mengakui sabu itu benar miliknya, yang dibeli dari Kontoi, warga Kampung Lalang, Tebing Tinggi seharga Rp 800 ribu.

Sementara Herianto alias Ari (31) warga dusun III, Desa Penggalian, Kecamatan Tebing Syahbandar, Sergai ditangkap polisi Minggu (3/9) sekira jam 18.40 WIB di jln Darat, Simpang Garuda, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, tepatnya di pinggir jalan.

Darinya polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik transparan kecil berisikan sabu seberat 0,16 gram, 1 lembar kertas tisu dan 3 bungkus plastik kosong.

Kini kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tebing Tinggi, dan keduanya diancam dengan pasal 114 subs 112 dan 127 ayat 1 UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, terang Sagala. (Dav/Red)