Mimpi Jembatan Warga Merjosari, Hampir Terwujud

0
172
IMG-20180416-WA0000
Loading...

BuktiPers.Com – Malang (Jatim)

Akses jalan yang baik dan mudah, saat ini sangat diperlukan masyarakat, untuk menunjang semua aktifitas mereka.

Terutama di daerah perkotaan, seperti Kota Malang akses jalan, terutama jalan alternatif sangat vital fungsinya. Untuk menunjang semua aktifitas warganya, baik aktifitas ekonomi, sosial dan pendidikan.

Seperti akses jalan penghubung antara Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun, yang hari ini Minggu (15/04/2018) coba BuktiPers.Com lihat proses penggarapannya.

Ditemui di lokasi proyek, kepala pengerjaan bangunan Adi Sancoko mengatakan bahwa proyek ini adalah, proyek swadaya masyarakat yang didukung oleh, kampus UB, dan salah satu media lokal yang berfungsi sebagai, koordinator dana kegiatan.

“Pengawasan tehnik juga dilakukan langsung oleh fakultas tehnik UB, dan sekaligus anggarannya, juga sebagian besar dari UB,” jelasnya.

Baca Juga!  Ratusan Warga Labuhan Batu Antar Jenazah Kompol Andi Ke Kampung Halamannya Di Simalungun

Lanjutnya, pengerjaan proyek diperkirakan selesai dalam waktu lima bulan, dengan anggaran proyek mencapai 600 juta rupiah, sedangkan proses pengerjaan proyek kita silang tenaga, antara karyawan proyek, dan warga Merjosari kalau hari minggu, dengan sistem kerja bakti.

“Kendala teknis yang dialami dalam proses pengerjaan jembatan ini adalah cuaca, sempat beberapa kali karena hujan deras, kami harus melakukan penyedotan lumpur di beberapa lokasi proyek, ini yang agak menghambat waktu penyelesaian proyek,” tegasnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat di wilayah Merjosari, Kecamatan Sukun Kota Malang, yang bernama Imam mengatakan, “Jembatan ini sebenarnya, sudah sangat lama dinantikan warga, sudah beberapa kali kami mengajukan proyek jembatan ini, sekitar bulan April 2017, kami sudah mulai menyusun proposal. Pertama kami sempat mengajukan pada Walikota Malang saat itu adalah H. Moh. Anton, kebetulan beliau kan juga warga sini, tetapi memang tidak ada realisasi sampai hari ini, akhirnya dengan swadaya masyarakat daerah Joyosuko Metro, Kecamatan Lowokwaru, bersama UB dan salah satu media lokal, jembatan ini bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Baca Juga!  Eks Kadis Dikpora Minsel, Akhirnya Ditahan Kejari Amurang

Lanjutnya, kemarin-kemarin itu, kalau sedang hujan luapan air sungai Merto, bisa sampai merendam jalan, jadi akhirnya masyarakat Merjosari yang tinggalnya di atas sungai Metro, secara otomatis mereka akan terisolir, karena jalan yang tenggelam, di samping itu juga sebenarnya, kalau pemerintah kota Malang tanggap mereka juga akan melakukan pembangunan infra struktur jalan, yang sesuai.

Jalan masuk sampai ke lokasi jembatan itu, bentuknya masih jalan makadam (berbatu), jadi kalau lagi hujan jalan ini tidak dapat dilalui sama sekali oleh siapapun.

“Jadi ini memang mimpi yang akhirnya jadi kenyataan untuk masyarakat Merjosari,” pungkasnya. (Hermin/Red)

Loading...