Minim Peralatan Tidak Menghalangi Niat Petinju Pematangsiantar Bertarung Di Kelas Asia

0
627
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Pematangsiantar (Sumut)

Minimnya peralatan biaya puding tidak menjadi alasan bagi Ramli Pasaribu petinju profesional asal Kota Pematangsiantar untuk memenangkan berbagai kejuaraan di tingkat Asia – Pasifik.

Terbukti, walau hanya berlatih dengan peralatan yang sangat minim. Ramli dipinang untuk bertanding di kejuaraan Tinju IBC Asia Pasifik melawan petinju tuan rumah Jepang pada 8 Oktober 2018 mendatang.

Ramli akan bertarung merebut sabuk Tinju IBC Asia Pasifik dikelas ringan 58,9 kg dari petinju Jepang Sotayokawa.

Walau hanya dengan peralatan latihan seadanya, kepada awak media ini Minggu 30 September 2018 Ramli menyebut dirinya optimis akan memenangkan kejuaran tersebut.

Dari pantauan awak media untuk mematangkan skil persiapan menuju kejuaran itu. Ramli tampak hanya menggunakan peralatan seadanya dan hanya mampu melakukan pertandingan persahabatan dengan atlit Wushu dan atlit Tinju dari sasana yang ada di Kabupaten Simalungun tanpa menggunakan Ring.

“Ramli kurang mendapat lawan tanding dalam latihan. Untuk mematangkan skilnya, kita mencoba mengadu Ramli dengan atlit wushu dan muathay,” ujar Jumadi yang merupakan salah satu pelatih di sasana Anak Bangsa Boxing Camp yang berlokasi di Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar.

Menurut Jumadi atlit yang tergabung di sasana mereka berjumlah 10 orang termasuk pelatih.Meski bermain ditingkat profesional mereka kesehariannya berlatih dengan peralatan seadanya tanpa menggunakan ring tinju.

“Yah seadanya.Tapi kita punya tiga atlit andalan. Semuanya bermain di Tinju Profesional dan sudah bermain di tingkat Asia,” kata Jumadi, berharap Ramli dapat memenangkan kejuaran tersebut.

Harjanto Saragih Sumbayak Petinju Nasional asal Siantar yang sudah menggantung sabuk tinjunya (pensiun). Pada kesempatan itu turut menyayangkan kondisi atlit tinju siantar yang berlatih dengan peralatan seadanya.

“Siantar sebenarnya penghasil Atlit, khususnya Tinju, tapi sayang tidak ada yang bisa menjadi bapak angkat,” ujar Harjanto berharap akan adanya sosok yang dapat memberikan perhatian serius untuk kemajuan dunia Tinju khususnya di Kota Pematangsiantar.

Kenang Harjanto,dimasa dirinya berlatih dan bermain tinju Siantar Hotel yang memfasilitasi perlengkapan latihan mereka, termasuk ring tinju.
“Sekarang, sudah tidak ada lagi yang mampu,” sesalnya.

Lebih lanjut Harjanto berharap sekalipun bukan untuk mengurusi kelas Profesional, KONI atau Dispora dapat memfasilitasi pusat-pusat latihan olah raga, khususnya dunia Tinju. Hal itu dia sampaikan untuk mengukir kembali kejayaan prestasi tinju siantar yang mampu bermain di tingkat internasional.

“Contohnya Ramli ini satu-satunya petinju Sumatera Utara yang bermain ditingkat Asia Pasifik,” kata Harjanto menyebut semangat bertarung atlit tinju siantar tidak semata memandang hasil melainkan untuk mengharumkan nama kota pematangsiantar dan negara Indonesia.

Usai melakukan latihan dan pertandingan persahabatan. Ramli melakukan kegiatan menyantuni anak yatim sebanyak 20 orang.

“Doa itu sangat penting. Kita berharap mendapat hidayah pada pertandingan nantinya melalui doa-doa kita semua, terutama doa anak yatim ini,” kata Ramli menyebut niat baik akan menghasilkan semangat kebaikan.

Sama hal nya dengan perlengkapan latihan seadanya.Ramli juga tidak lupa bersedekah kepada anak yatim dengan santunan yang seadanya juga.

Pada kesempatan itu tampak hadir puluhan anak yatim bersama dengan tokoh agama dengan khusuk memanjatkan doa untuk keberhasilan Ramli mejalani pertandingan tersebut. (Ary/Red)