Miris! Anak Baru Pinangan, Nenek Dua Cucu Tewas Tergantung, Mulut dan Hidung Berdarah

0
1052
Jasad Suginem terbujur di rumah duka.(foto/BP)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun

Peristiwa miris dan sangat mengharukan terjadi di Kampung Jawa, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Jumat siang (15/3/2019) sekitar pukul 11.30 Wib.

Di siang bolong yang terik itu, terdengar jeritan histeris minta tolong dari dalam rumah, seketika warga sekitar yang mendengar jeritan berduyun-duyun mendatangi rumah tersebut.

Ternyata, di dapur rumah asal jeritan histeris itu, Suginem (56) nenek empat anak dan dua cucu ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi fisik leher terikat kain jarik dan tergantung. Dari hidung dan mulutnya terlihat mengucur darah segar.

Warga yang melihat kejadian menyedihkan itu menurunkan jasad Suginem yang masih tergantung. Dan dibopong untuk dibaringkan ke ruang tengah berdinding papan itu.

Tak lama, petugas Polsek Bangun, Aiptu A.Ginting dan Babinsa setempat, Serma Ompusunggu serta Pangulu Rambung Merah, Martua Simarmata datang ke rumah duka melakukan pemeriksaan fisik penyebap kematian Suginem.

Setelah memeriksa sekujur tubuh korban, tidak ditemukan ada bekas benturan atau penganiayaan. Dugaan sementara, Suginem yang sudah menjanda sejak dua tahun lalu itu, meninggal dunia karena bunuh diri.

Keterangan warga setempat, pertama melihat korban tergantung adalah cucunya berusia 10 tahun, bernama Ayunda.

Suasana mengharukan sangat terasa di rumah duka itu, seorang pria muda, tak henti-hentinya menjerit menangisi jasad yang sudah terbujur kaku itu. “Mak…mak…bangun makaaak,” jerit lelaki muda itu sambil memeluk jasad almarhumah.

Pria muda yang menangis histeris itu kata warga adalah anak bungsu Suginem, namanya Dedi.

“Kasihan Dedi, padahal malam Minggu kemarin dia baru pinangan,” ujar seorang ibu yang datang melayat ke rumah duka.

Ibu yang tak menyebut namanya itu, mengatakan, rencananya Dedi akan menikah setelah Idul Fitri ini.

Masih menurut warga, sejak suami Suginem meninggal dunia dua tahun lalu, kondisinya agak kurang sehat, bahkan jarang keluar rumah.

Motif kematian Suginem ujar pihak kepolisian masih dalam penyedilikan, namun sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda penganiyaan di sekujur tubuh korban.(red)

 

Editor: Maris