Momkiee Boutique Perbaungan Bedah Rumah Nenek Sartini Warga Desa Pon

0
53
Keluarga Momkiee Boutique Perbaungan dan tampak para tukang lagi membedah rumah Nenek Sartini, warga Desa Pon.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Momkiee Boutique Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), membedah rumah Nenek Sartini (83), warga Dusun I, Gang Warok Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, Rabu (4/11/2020).

Owner Momkiee Boutique Perbaungan, Luki Sundari, kepada wartawan menyampaikan, bahwa pihaknya mengetahui kondisi kehidupan Nenek Sartini sekeluarga dalam pemberitaan media online. Oleh sebab itulah, timbul rasa prihatin untuk menyisihkan sebagian rezekinya.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi kehidupan Nenek Sartini sekeluarga. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bermanfaat, sehingga menjadikan rumah yang layak huni,”ujarnya.

Terakhir, Luki Sundari menyebutkan apa yang sudah ia berikan hanya lah bentuk kepedulian terhadap sesama. Oleh karenanya, ia juga berharap agar dapat dilakukan oleh para dermawan lainnya.

“Saya hanya berharap agar kita dapat bersama-sama membantu orang yang lagi membutuhkan. Semoga kita semua mendapatkan kesehatan dan keberkahan Allah SWT, “kata Luki mengakhiri.

Sementara itu, Ermawati (48), selaku anak ke empat Nenek Sartini, kepada media ini, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan terimakasih kepada pengusaha asal Perbaungan yang telah membantu untuk bedah rumah orangtuanya.

“Alhamdulilah, bapak/ibu pengusaha tersebut tadi telah membelikan bahan material bangunan sekalian tukangnya untuk pembangunan dinding yang roboh dan dapur. Kami doakan semoga diberikan kesehatan selalu dan murah rezekinya, “bilangnya dengan nada terharu, Rabu (4/11/2020) siang.

Diketahui sebelumnya, seorang Nenek Sartini (83), bersama kedua anaknya Dedi (61) dan Yulisman (68) warga Dusun I, Gang Warok, Desa Pon Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, tinggal dirumah yang sangat memprihatinkan.

Rumah berukuran 5×7 meter itu terlihat sekarang tanpa dinding karena baru saja bagian belakang telah ambruk, diakibatkan termakan usia, dan mirisnya tidak mempunyai dapur hingga terlihat berserakan ditambah lagi atap kondisinya bocor.

Sementara anaknya, Dedi (61), juga mengalami strok hingga tidak dapat berjalan dan Yulisman (68), kini juga pengangguran selama 3 bulan belakangan, karena sulitnya situasi ditengah pandemi Covid-19.

 

(ML.hrp)