Musim Hujan, Akses Jalan Rampa Poriaha Rawan Longsor

0
452
Dijual Rumah

Buktipers.com-Tapteng (Sumut),

Ternyata akses menuju kota Sibolga semakin tidak membosankan, sebagai mana selama ini harus rela antri ketika berpapasan di belokan yang sempit. Namun saat ini perlahan hal itu sudah terjawab atas hadirnya jalan yang memotong jalur lama yakni jalur jalan raya yang melintasi Goa atau Batu Lubang. Jalur tersebut adalah jalur lintas Rampa-Poriaha, tepatnya di persimpangan Pasar Desa Rampa, kecamatan Sitahuis tembus menuju desa Poriaha Kecamatan Tapian Nauli Tapanuli Tengah. Diperkirakan jarak tempuh yang tak hanya sampai satu jam, perjalanan juga lebih nyaman dengan jalan yang mulus. Meski dari arah desa Rampa masih ada sedikit jalan yang menunggu perbaikan akan tetapi tetap terjawab dengan kenyamanan yang berhasil di sediakan oleh pemerintah lewat proyek multi years tersebut.

Ditengah padatnya kendaraan belakangan ini, menjadi alternatif yang baik ketika melintas dari jalan tersebut, namun sarana lalu lintas yang membutuhkan penerangan ketika di malam hari menjadi PR bagi pemerintah lokal guna memberikan kenyamanan bagi pengendara.

Demikian halnya perwujudan destinasi wisata yang kerap di dengungkan pemerintah daerah semakin terjawab sehingga dibutuhkan tatanan yang baik demi menjamu wisatawan yang ingin hadir di wilayah julukan Negeri Wisata Sejuta Pesona.

Jalur yang panjang, lebar menjadi jalan alternatif, akan tetapi sejumlah pengendara yang baru mengetahui pembukaan jalan tersebut merasa puas dan justru ketagihan melintas saat bepergian dari Tapteng maupun menuju Tapteng. Untuk saat ini, musim hujan tiba dinding dinding tebing di kedua sisi jalan tampak rawan longsor. Jadi para pengendara yang melintas di harapkan ekstra hati hati juga di sini. Seperti halnya belakangan ini, seorang pengendara yang melintas hari Selasa (21/8/2018) pagi menyaksikan mulusnya jalan yang membelah pegunungan, namun telah dihiasi longsor yang memakan bahu jalan, meski daerah tersebut memang masih rentan dengan longsor. Namun pengendara bernama Fery warga Sibolga tersebut mengaku cukup puas saat melintas sembari berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat lebih tanggap lagi mengantisipasi sisa-sisa longsor tersebut.

“Wah kemarin longsor itu belum ada, memang himbauan di sekitar lokasi tetap di pasang, akan tetapi kalau cepat di respon pihak terkait, maka sejumlah pengendara tidak akan enggan melintasi jalur ini. Memang kalau di banding dengan jalur batu lubang, sudah jauh lebih nyaman di sini” ujarnya (Job Purba)