Musyawarah di Balai Desa, Warga Desa Batu Kacang Desak Kontraktor Sediakan Air Bersih

0
12
Beberapa perwakilan warga memutuskan mendatangi kantor Desa Batu Kacang, mendesak kontraktor agar segera menyediakan air bersih, Selasa (26/10/2021).
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com –  Sumber air dari pekerjaan proyek waduk yang digagas Dinas PU-PR Kabupaten Lingga yang sedang berlangsung guna menanggulangi bencana banjir di wilayah Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, diduga mengakibatkan warga alergi kulit.

Menyikapi hal itu, beberapa perwakilan warga memutuskan mendatangi kantor Desa Batu Kacang, mendesak kontraktor agar segera menyediakan air bersih, Selasa (26/10/2021).

Dalam musyawarah yang di ruang gedung pertemuan Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga itu, salah seorang perwakilan warga, Eni mengatakan “Sebenarnya permasalahan kebutuhan air bersih ini sudah berulang kali kami sampaikan secara langsung kepada pihak kontraktor proyek waduk dalam hal ini saudara Jang Pekap. Namun sampai hari ini, lebih kurang satu bulan setengah belum ada juga itikad baik ditunjukkan oleh pihak kontraktor”.

Eni menambahkan, selama belum ada pekerjaan pendalaman kolong yang akan dijadikan sebagai waduk cegah banjir ini, warga terus menggunakan air tersebut, namun tidak seperti saat ini menyebabkan alergi kulit dan gatal-gatal.

“Kami tidak menuntut banyak. Hanya tolong dengan segera pihak kontraktor menyediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sampai pekerjaan yang dilakukan pihak kontraktor selesai dan air yang mengalir kembali normal seperti biasa, “tegasnya.

Menanggapi keluhan yang disampaikan perwakilan warga tersebut, Jamriken Tambunan, selaku perwakilan pihak kontraktor menyebutkan, “Kebutuhan yang jadi permasalahan maupun keluhan warga yang disampaikan dalam musyawarah ini insa allah akan sesegera mungkin sampai ke pihak kontraktor”.

Jamriken Tambunan juga menyebutkan, jika bicara masalah dampak, pihaknya juga terkena dampak, namun demi kesuksesan wacana pembangunan dan kelancaran program Pemkab Lingga melalui Dinas PU-PR, maka pihaknya mengambil jalan tengah.

Dan saya janji akan bicara kepada pihak kontraktor. Agar dengan segera memenuhi permintaan warga yang terdampak dan sangat membutuhkan air bersih saat ini, janji Tambunan.

Masih katanya, bahwa dalam pekerjaan proyek pendalaman kolong untuk dijadikan waduk penanggulangan banjir tersebut, sebenarnya Jang Pekap hanya sebagai pihak penyedia BBM jenis solar saja.

Dan untuk pemegang proyek sebenarnya adalah saudara kita Joly dan saya juga dilibatkan sebagai pekerja upahan dengan dibayar gaji Rp. 1.500.000 per bulan, ungkapnya.

“Namun untuk permasalahan permintaan warga yang terdampak mengenai kebutuhan air bersih sesuai yang dibahas dalam pertemuan ini, pasti akan saya sampaikan kepada pihak kontraktor. Semoga dalam waktu satu atau dua hari ini sudah ditanggapi pihak kontraktor sesuai harapan warga,”tutup Jamriken Tambunan.

Plt. Kadis PU-PR Kabupaten Lingga Novrizal melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Alam PU-PR Kabupaten Lingga, Ardi mengatakan “Siap bang saat ini kawan lagi di luar jadi tak bisa hadir dan mudah-mudahan nanti ada solusinya,”jawab balasan singkatnya melalui pesan via WhatsApp.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Desa, Ketua BPD Desa Batu Kacang, Sekdes Desa Batu Kacang, Kadus, RW, RT wilayah warga yang terdampak, Kanit Intelkam Polsek Dabo Singkep, Anggota Polres Lingga, Bhabinkamtibmas Desa Batu Kacang, dan para perwakilan warga yang terdampak.

 

(Zulkarnaen / DL)