Nasib Terlantar, Puluhan Guru Honorer Datangi DPRD Maluku Tenggara

0
72
Puluhan tenaga Guru honorer Kabupaten Maluku Tenggara, menyampaikan nasib mereka ke DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (16/07/2020), lalu.
Dijual Rumah

Tual, buktipers.com – Puluhan tenaga Guru honorer yang selama ini mengabdi  sebagai pengajar, di Kabupaten Maluku Tenggara, menyampaikan nasib mereka ke DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis ( 16/07/2020 ), lalu.

Pantauan media ini, para Guru honorer yang nasibnya “terombang-ambing” itu, langsung diterima oleh Anggota Komosis II DPRD  yang dipimpin Esebius Utha Safsafubun.

Tatap muka bersama itu, Ketua Komunitas Relawan Gerakan Kei Cerdas ( GKC ), Otys Yamrewav, di depan Ketua dan Komisi II DPRD, meminta agar nasib para Guru honorer di Kabupaten Maluku Tenggara harus diperhatikan, karena peran para Guru sangat penting dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, di Kabupaten Maluku Tenggara.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Honorer Kabupaten Maluku Tenggara, Maria Sarkol, di depan dewan, mengatakan, dirinya bersama rekan Guru honorer lainnya, memperoleh SK Bupati, sejak tahun 2017, namun dalam perjalanan satu tahun kontrak, secara mengejutkan di tahun 2020, Dinas Pendidikan Kabupaten Malra melakukan pemutusan kontrak.

Kata dia, Kedatangan mereja ke Komisi II DPRD untuk mencari solusi atas nasib mereka yang sudah terombang ambing sekian lama, karena segala upaya telah mereka lalui, diantaranya, mendatangi Dinas Pendidikan, dan menyurati Bupati, namun tidak memperoleh jawaban yang pasti.

“Kami merasa nasib kami “terombang – ambing” dan diterlantarkan Pemkab Maluku Tenggara, sehingga jalan terakhir datangi Komisi II DPRD Malra, “ujarnya.

Kata  Sarkol, pihaknya mengikuti seleksi tes SK Bupati, dan dari 176 Guru honorer yang ikut seleksi, hanya 75 orang yang lulus.

Kemudian, mereka direkrut sesuai penjelasan, dan SK mereka, setiap tahun  diperpanjang, tapi nasib mereka merana karena Pemkab Maluku Tenggara, memberhentikan mereka, di akhir tahun 2019.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II, Esebius Utha Savsavubun, membenarkan pertemuan bersama perwakilan Guru honorer, Dinas Pendikan bersama Gerakan Kei Cerdas tersebut.

Savsavubun menegaskan, aspirasi Guru honorer akan ditindaklanjuti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II, bersama Dinas Pendidikan dalam waktu dekat.

“Tadi dalam pertemuan itu, Gerakan Kei Cerdas curhat, kalau mereka lebih banyak diterima di Kota Tual, ketimbang di Kabupaten Maluku Tenggara. Sehingga dengan kehadiran Kadis Pendidikan, bisa jadi masukan ke depan untuk perbaikan, sebab gerakan ini memiliki visi cerdas dan inofatif dalam membangun dunia pendidikan, di Nuhu Evav, ” jelas Savsavubun.

 

(Daniel Mituduan)