Beranda Sumut Nelayan Tradisional di Sergai Kembali Diresahkan Kapal Pukat Trawl

Nelayan Tradisional di Sergai Kembali Diresahkan Kapal Pukat Trawl

58
0
Kapal pukat trawl terlihat manjamur, di perairan Sergai, sekitar 1 mil dari bibir pantai Merdeka, Desa Bagan Kuala. (Foto/ML.hrp)
Loading...

Buktipers.com – Sergai (Sumut)

Nelayan tradisional kembali resah, lantaran kapal pukat trawl   beroperasi lagi, di perairan Serdang Bedagai (Sergai).

Sebelumnya, kapal pukat trawl sempat berhenti beroperasi seketika, karena beberapa bulan yang lalu, satu diantara kapal tersebut, sempat dibakar yang hingga saat ini belum tau siapa pelakunya.

Tetapi kondisi perairan Sergai kali ini semakin gawat dengan kehadiran kapal itu. Setelah Pemilu 2019 lalu, jumlahnya semakin bertambah.

Ironisnya, kapal pukat trawl itu beroperasi sekitar 1 mil dari bibir pantai Merdeka, Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

Awak media mendapat informasi dari nelayan tradisional Desa Bagan Kuala, Senin (21/5/2019) pagi, pukul 06.00 WIB, bahwa  kapal pukat trawl tersebut melakukan penangkapan ikan, di perairan Desa Bagan Kuala.

Baca Juga!  PTPN IV Tanah Raja Tanam Sawit Perdana Seluas 212,6 Ha  

“Lihatlah itu, tidak ada liburnya kapal pukat trawl ini, malah menangkap ikan dekat di bibir pantai kita,”ucap Safrial (45), nelayan tradisional dari Dusun III, Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

Dikatakan Safrial, jumlah kapal pukat trawl semakin banyak menjelang lebaran ini, dan mencapai ratusan. Bahkan jika air pasang mati, kapal pukat trawl itu kian ganas dan sangat serakah menggasak ikan, di perairan Sergai dan bahkan jaraknya hanya 1 mil saja dari bibir pantai, kata Safrial lagi.

Tidak hanya kapal pukat trawl, kapal penangkap ikan berukuran besar (P’I) juga banyak terlihat, namun kapal tersebut melakukan penangkapan ikan, di perairan pulau Berhala.

Baca Juga!  FSQ XVI Sergai Tahun 2019 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juaranya

Ditempat terpisah, Zainal Abidin (40), juga nelayan, menuturkan, beberapa hari yang lalu, nelayan tradisional sempat mengejar kapal pukat trawl yang melakukan penangkapan ikan. Namun saat dikejar, tekong kapal memutuskan jaring ikannya, lalu kabur.

Tak lama kemudian, kapal pukat trawl kembali datang dengan jumlah yang cukup banyak hingga nelayan tradisional memilih mundur, karena takut terjadi bentrok.

“Sempat emosi juga nelayan tradisional ini lalu mengejar namun tekongnya memutuskan jaringnya lalu kabur, tapi sesaat kemudian datang lagi dengan jumlah yang sama dan mengambil kembali jaringnya, “kisah Zainal Abidin.

Zainal Abidin dan Safrial, selaku nelayan tradisional, berharap ada tindakan tegas dari Sat Pol Air Polres Sergai yang terkesan memberikan peluang kepada kapal pukat trawl untuk masuk ke perairan Sergai.

Baca Juga!  Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Bandar Deli Belawan Medan

Kami juga bingung, kenapa tidak ada tindakan, kalau begini terus lebih baik kami mengganti alat tangkap menjadi alat tangkap trawl dan bisa bersaing dengan mereka, ucap kedua nelayan dengan nada kesal.

Sementara itu, Kasat Pol Air Polres Sergai, Iptu Candra Situmorang saat dikonfirmasi buktipers, melalui pesan WhatsApp selulernya mengatakan, “Saat ini upaya yang kita lakukan, yaitu meningkatkan patroli serta melakukan pengusiran secara persuasif. Dan menunggu Pemkab Batubara melakukan pergantian alat tangkap, karena sudah ada pertemuan para Bupati dan Kapolres, di Polda. Dan mereka akan bentuk tim satgas alat tangkap, “jelas Kasat Pol-Air Polres Sergai.

(ML.hrp)

Loading...