Ngopi Bersama Awak Media, Anggota Bawaslu RI Bicara  Netralitas ASN

0
13
Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja, S.H., LL.,M, ngopi bareng wartawan di Kabupaten Lingga.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Sambil ngopi bersama awak media,  khususnya yang berdomisili di Dabo Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, paparkan beberapa pelanggaran terkait netralitas ASN, Sabtu (10/10/2020) lalu, sekira pukul 12.45 WIB.

Kegitan tersebut, juga dihadiri langsung Ketua Bawaslu Lingga, Zamroni, beserta komisioner Bawaslu Lingga lainnya.

Rahmat Bagja, S.H., LL.,M yang merupakan salah seorang anggota Bawaslu RI mengatakan, pihaknya tetap menghimbau  para ASN agar benar-benar menjaga netralitas dalam setiap pelaksanaan pesta demokrasi, baik melalui  tindakan maupun sikap karena akan merugikan diri sendiri.

Terkait pelanggaran yang patut dijaga oleh para ASN, salah satunya pose dengan menunjukkan jari, menjurus ke salah satu paslon atau dengan kata lain, menunjukkan nomor urut paslon.

“Pelanggaran ASN, ada sifatnya pelanggaran ringan dan ada juga pelanggaran kateori berat, semua itu tergantung pada bentuk temuannya,”ujarnya.

Untuk jenis pelanggaran ringan, hanya cukup diberikan peringatan dan untuk kategori pelanggaran berat, perkaranya akan dilanjutkan Bawaslu daerah ke KASN. Dan Bawaslu hanya bekerja sebagai penyidik dan penerus pelaporan. Namun terkait segala keputusan, itu bukan tugas Bawaslu, papar Rahmat Bagja.

Disinggung salah satu rekan wartawan, terkait fenomena apa saja yang menjadi tatanan dasar pelaporan? Seperti kejadian Bawaslu Lingga yang teruskan pelaporan 5 oknum ASN Lingga yang diduga melakukan politik praktis ke KASN, beberapa waktu lalu.

Rahmat Bagja menjelaskan “Aturan dan peraturan ini bukan Bawaslu yang buat, namun aturan tersebut yang membuat adalah Kepala Badan Kepegawaian Negara, kemudian bersama Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara. Jadi dalam hal ini, terkait viralnya di media sosial mengenai netralitas ASN yang foto bersama salah satu paslon dengan menunjukkan jari, diduga keberpihakannya terhadap salah satu calon. Dalam permasalan tersebut, Bawaslu hanya melaksanakan tugas dan fungsinya yakni menindak setiap laporan terkait pelanggaran hukum dan terkait netralitas ASN, dan ini ada surat edarannya sejak tahun 2018, 2019 dan hingga kini,”pungkas Rahmat Bagja tegas.

 

(Zul)