Niat Cari Ijuk, Tambunan Malah Temukan Kerangka Manusia

0
289
Dijual Rumah

Buktipers.com – Padangsidimpuan (Sumut)

Warga di Desa Simirik, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di salah satu kebun warga yang ada di daerah itu.

Peristiwa itu diketahaui ketika Tambunan, salah seorang warga yang berniat mencari ijuk melihat kerangka manusia dibawa pohon yang akan dipanjatnya. Setelah dipastikan, Tambunan langsung berlari ke kampung dan memberitau warga setempat. Mendengar cerita itu, warga langsung menjumpai kepala desa. “Saya tidak menyangka, dibawah pohon aren yang akan saya panjat itu ternyata ada tulang-tulang manusia, makanya saya lari ke kampung,”ujar Tambunan kepada pihak kepolisian ketika ditemui di lokasi kejadian. Selanjutnya, kepala desa bersama warga mendatangi lokasi dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

”Saya memberitau kepada desa, dan dia yang melaporkannya ke polisi,”ujarnya.

Kapolres Kota Padangsidimpua Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hilman Wijaya didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) mengatakan, dari hasil olah TKP sementara, ternyata, ditemukan botol air mineral yang diikat dengan plastik.

Selanjutnya, pihak kepolisian juga menemukan uang kertas sebanyak Rp2.000 yang diikat. Penyidik kepolisian juga menemukan baju kaos warna coklat.

”Kerangka manusia itu ditemukan pada pukul 9.30 WIB,”ujarnya kepada wartawan ketika ditemui.

Selanjutnya, disekitar lokasi penemuan, pihak kepolisian juga menemukan payung dan plastic warna biru. Kapolres menegaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus itu dan kerangka mayatnya sudah berada di RSUD Padangsidimpuan.

Pernyataan yang sama juga datan dari Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Abdi Adillah. Menurutnya, lokasi penemuan kerangka manusia itu berada di kebun Burhan Siagian. Hasil penyelidikan awal, kebun tersebut sudah ditinggalkan oleh Burhan selama 4 bulan.”Meman dikebun itu ada pohon nira dan ijuk di pohon itu dapat digunakan untuk sapu,”tuturnya.

Untuk saat ini, pihak kepolisian tidak bisa memastikan penyebab kematian korban, sehingga, beberapa hari kedepan, tulang belulang manusia itu akan dibawa ke Siantar guna diotopso.”Hasil otopsi itu nantinya akan dijadikan landasan penyelidikan,”terang laki-laki yang juga pernah menjabat Kapolsek Batunadua itu.

Ditanya tentang dugaan jenis kelamin, Abdi menegaskan, dugaan sementara korban adalah laki-laki. Alasannya, celana dalam korban bentuk celana dalam laki-laki.”Dugaan awalnya laki-laki, karena dia memakai celana dalam laki-laki,” tandasnya.  

Sementara itu, menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat, tidak ada warga di desa itu yang merasa kehilangan anggota keluarga.

Menurut warga, apabila salah seorang warga ada yang hilang, maka warga yang lainnya pasti membantu mencarinya.

”Disini satu sama lain saling kenal, makanya, kerangka mayat itu tidak dari desa ini, karena tidak ada warga yang merasa kehilangan,”tutur warga ketika ditemui.

Warga juga meminta pihak kepolisian agar secepatnya memastikan penyebab kematiannya, sehingga masyarakat di desa itu merasa tenang melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Kalau kami sudah tau identitasnya baru merasa nyaman, karena kalau tidak diungkap, pasti kami merasa khawatir juga,”keluh warga. (ucok siregar)