Nyabu di Kamar, Pengguna Narkoba Ini Dituntut Tiga Tahun Penjara

0
1
Jaksa Penutut Umum (JPU) saat membacakan tuntutan kepada terdakwa Agung Handoyo dalam persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (23/9/2022). Tribun Medan/Edward Gilbert Munthe
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Agung Handoyo (36), pecandu narkoba yang tinggal di Jalan Tangguk Bongkar II No 96, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan dituntut tiga tahun penjara.

Terdakwa pecandu narkoba ini dituntut tiga tahun penjara karena sebelumnya ketahuan nyabu di dalam kamar rumahnya.

Di persidangan, pecandu narkoba ini dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Agung Handoyo dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra, Jumat (23/9/2022).

 

Usai mendengar tuntutan jaksa, terdakwa lantas memelas kepada hakim ketua Immanuel Tarigan.

Terdakwa pecandu narkoba ini memohon kepada hakim untuk meringankan hukumannya.

“Mohon keringanan hukuman pak hakim,” kata Agung yang mengikuti sidang secara daring.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, bahwa penangkapan Agung Handoyo bermula saat saksi Petrus Sitepu, Nikolas Hutagalung dan Samuel Jackson Purba dari Sat Res Narkoba Polrestabes Medan mendapat informasi tentang adanya pengguna narkoba.

Kemudian pada Kamis, 9 Juni 2022 sekira pukul 17.30 WIB di Jalan Tangguk Bongkar II No 96, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, para saksi masuk ke dalam rumah menghampiri terdakwa Agung Handoyo.

“Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan satu klip plastik yang berisikan narkotika jenis sabu (metampetamine), dan satu buah bong yang terbuat dari botol aqua di bawah tempat tidur. Setelah diinterogasi, terdakwa mengaku bahwa barang bukti tersebut adalah milik terdakwa yang dibeli dari Dekyu (dalam penyelidikan) seharga Rp 250 ribu rupiah untuk dikonsumsi terdakwa,” ucap jaksa.

Selanjutnya, terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Sat Res Narkoba Polrestabes Medan untuk diproses lebih lanjut.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Nomor : 3361/NNF/2022 tanggal 04 Juli 2022 yang diketahui Oleh Debora M. Hutagaol, S.Si.,M.Farm.,Apt. dan Muhammad Hafiz Ansari, S.Farm., Apt, mengambil kesimpulan bahwa barang bukti satu botol plastik berisi 25 ml urine adalah milik terdakwa atas nama Agung Handoyo adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdafatar dalam Golongan I (satu) nomor urut 61 Lampiran I Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Nomor : 3362/NNF/2022 tanggal 23 Juni 2022 yang diketahui Oleh Debora M. Hutagaol, S.Si.,M.Farm.,Apt. dan Muhammad Hafiz Ansari, S.Farm., Apt, mengambil kesimpulan bahwa barang bukti bungkus plastik klip berisi kristal putih dengan berat netto 0,11 gram adalah milik terdakwa atas nama Agung Handoyo adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdafatar dalam Golongan I (satu) nomor urut 61 Lampiran I Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” beber jaksa.

 

Sumber : tribunnews.com