Objek Wisata Alam Di Padangsidimpuan Belum Dikelola Optimal

0
240
Loading...

BuktiPers.Com – Padangsidimpuan (Sumut)

Setiap penjuru daerah di Indonesia ini sebenarnya memiliki potensi wisata. Dimana potensi wisata ini bila dikelola dengan baik bisa meningkatkan pendapatan daerah tersebut. Seperti daerah Kota Padangsidimpuan cukup banyak memiliki potensi wisata. Wisata religi, budaya, alam.

Menurut Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padangsidimpuan, Nova Windani Harahap, untuk saat ini potensi wisata yang dikembangkan maupun ditingkatkan oleh Pemerintah Daerah Padangsidimpuan belum ada. Hal ini diutarakannya di ruang kerjanya, Jumat (18/05/2018). Alasannya karena terkendala akan dana. Dikatakannya, untuk pengembangan pariwisata perlu acuan.

“Untuk saat ini, kita belum mengembangkan potensi wisata yang ada di Padangasidimpuan. Karena kita belum ada acuan,” katanya.

Baca Juga!  Sambut Ramadhan Polres Palelawan Beserta Team Gabungan Gelar Razia Miras.

Menurutnya di tahun 2019 Dinas Pariwisata Kota Padangsidimpuan akan mengajukan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPDA).

“RIPDA merupakan dasar pertimbangan dalam penyusunan progaram pembangunan daerah sektor pariwisata dan dalam penyusunan rencana pengembangan objek wisata secara mendetail,” terangnya.

Untuk Padangsidimpuan sendiri diakui Nova Windani banyak objek-objek wisata alam yang sangat bagus sekali di beberapa Kecamatan yang ada di Padangsidimpuan ini. Karena mereka dari Dinas Pariwisata Padangsidimpuan terus melakukan survei dan pendataan objek wisata yang ada di Padangsidimpuan.

“Banyak objek wisata alam di Padangsidimpuan bahkan mungkin objek wisata tersebut tidak diketahui masyarakat. Seperti di Angkola Julu disana ada objek wisata aek sampuran, di Padangsidimpuan Tenggara ada sampuran (air terjun) aek manegen, Tor Simarsayang di Padangsidimpuan Utara,” sebutnya.

Baca Juga!  Menkominfo Janji Bawa Masalah Pers Indonesia Ke Presiden

Dikatakannya, untuk objek wisata buatan pun banyak di Padangsidimpuan ini dan objek wisata buatan tersebut dikelola oleh pihak swasta. (Idham Halid.Siregar/Red)

Loading...