Oknum Bidan Diduga Tahan Safrita hingga Berjam – jam, Janin Meninggal di Kandungan

0
253
Kepala Puskesmas Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir dan Bidan Sariati Sitinjak (foto atas) dan Puskesmas Limbong Samosir.
Dijual Rumah

Samosir, buktipers.com – Salah seorang bidan, Sariati Sitinjak yang bekerja di Puskesmas Limbong, diduga menahan seorang ibu muda, Safrita boru Sinaga yang hendak melahirkan, hingga berjam-jam lamanya, di Puskesmas. Akibatnya, anak yang sudah lama diharapkan Safrita, dengan suaminya, Efriando Limbong, meninggal dalam kandungan.

Kami telah membayangkan akan menimang seorang  bayi, setelah sembilan bulan di kandungan, namun nasib berkata lain, ungkap Efriando Limbong dengan nada sedih, saat dikonfirmasi buktipers.com, Rabu (7/8/2019).

Efriando menyampaikan rasa kekecewannya kepada pihak Puskesmas Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Mengetahui istrinya yang hendak melahirkan pada Selasa, 23 Juli 2019 yang lalu, Efriando langsung menghubungi bidan tersebut, melalui telepon seluler, pada pukul 03.00 WIB dini hari.

Awalnya hendak bersalin di Puskesmas Limbong. Setelah sekian jam belum juga melahirkan di Puskesmas tersebut dan rasa sakit pun semakin tidak tahan lagi. Kami meminta untuk dirujuk ke RS Hadrianus Sinaga dan sampai dua kali kami minta agar dirujuk, katanya mengisahkan.

Namun tidak diijinkan oleh bidan tersebut untuk pergi dari Puskesmas Limbong. “Dengan alasan disini pun bisanya melahirkan dengan normal”, kata Efriando meniru ucapan oknum bidan itu.

Melihat Safrita mengalami pendarahan terus-menerus, barulah Safrita, diperbolehkan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Hadrianus Pangururan, dengan menggunakan mobil ambulans ke Pangururan, tambahnya.

Setibanya kami di RSYD dr Hadrianus Sinaga Pangururan, dokter spesialis obstetri dan gibekologi, langsung mengambil tindakan. Setelah diperiksa oleh dokter yang bersangkutan, pintu rahim dalam keadaan buka 9, katanya.

Efriando Limbong juga menambahkan, berdasarkan pengecekan dr Tonny, menyampaikan, “denyut jantung bayi tidak ada lagi, sejak dua jam yang lalu. Dan bayi yang ada dalam kandungan ibu ini, tak terselamatkan lagi. Sudah dua jam lalu meninggal”, ucap Efriando meniru ucapan dr Tonny.

Artinya dalam SOP yang dijalankan oknum bidan tersebut (Sariati Sitinjak,red), diduga tidak sesuai SOP yang sebenarnya, ujarnya lagi.

Ketika dikonfirmasi buktipers.com, Kepala Puskesmas (Kapus), dr.Rawati Simarmata menyampaikan, bahwa itu tidak benar. Kami hanya menjalankan prosedur sesuai SOP, katanya.

Tapi jika bidan yang menanganinya (Sariati Sitinjak,red) melakukan kesalahan, biarlah yang berwenang yang menentukan, salah atau benarnya. Oke, itu jika memang bidan saya salah, itu akan ada tindakannya, kata Kapus.

Sementara itu, Sariati Sitinjak yang dikonfirmasi buktipers.com, melalui telepon selulernya, menuturkan, dirinya tidak bersedia memberikan keterangan melalui telepon dan menyarankan agar bertemu langsung atau empat mata. Datang saja ke Puskesmas Limbong, kata oknum bidan tersebut.

Bidan Sariati juga membantah, bahwa dia tidak menahan pasien tersebut dan hanya menjalankan tugas sesuai SOP.

(Stg)