Oknum Marinir Pembunuh Babinsa di Tambora Dituntut 10 Tahun Penjara

0
4
Sidang pembacaan tuntutan pembunuhan Babinsa di Tambora dengan terdakwa oknum anggota marinir TNI AL, RW di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020). (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Oknum marinir TNI AL terdakwa pembunuh anggota Babinsa Pekojan Kodim 0503/JB, Serda ASP dituntut 10 tahun penjara. Tuntutan dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020).

Tuntutan hukum kepada terdakwa dibacakan oleh Kepala Oditur Militer Kolonel Sus Faryatno Situmorang dan sidang dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua Kolonel Chk (K) Prastiti Siswayani yang didampingi Mayor Chk Koswara dan Mayor Chk Samsul Hadi. Selain itu, RW mendapat hukuman tambahan yakni pemberhentian dari dinas TNI AL.

“Pada kasus tersebut terdakwa dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara dan hukuman tambahan pemberhentian dari dinas TNI AL,” tutur Kapidpenum Puspen TNI Kolonel TNI Sus Aidil di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Dalam kasus ini RW didakwa dengan pasal berlapis. Dia didakwa pasal pembunuhan menghilangkan nyawa orang lain, perusakan fasilitas umum, dan Undang-Undang Nomor 12 Darurat Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api.

Kepala Oditur Militer Kolonel Sus Faryatno menjelaskan dari rangkaian fakta-fakta, terdakwa memenuhi unsur-unsur pidana dari tiga pasal yang disangkakan sekaligus. Di samping itu, terdakwa juga telah mengakui segala perbuatannya.

Aidil menjelaskan, atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya Mayor Laut (KH) Andi Masriadi langsung membacakan nota pembelaan atau pledoi dan permohanan keringanan hukuman. Dalam pledoinya, terdakwa mengaku menyesali perbuatannya dan minta diberikan waktu atau kesempatan untuk memperbaiki diri karena masih muda.

Selain itu, terdakwa juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Serta memohon agar tetap diberi kesempatan tetap bisa berdinas di TNI AL.

“TNI AL merupakan kebanggaannya,” kata Aidil.

Kejadian antara RW dan ASP bermula pada Senin (22/6/2020) dini hari. Pelaku, RW pada mulanya ingin menemui perempuan yang dikenalnya melalui media sosial (medsos) di sebuah hotel di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Hotel tersebut merupakan tempat penginapan yang ditunjuk sebagai tempat karantina pasien Covid-19.

Karena menjadi tempat karantina, tidak boleh sembarang orang masuk. RW saat datang pun dicegat dan dilarang masuk, apalagi saat itu sudah dini hari.

Tidak terima atas larangan tersebut, tersangka murka. Dia pun menghardik dan menyebut dirinya anggota marinir. RW bahkan memuntahkan tembakan dua kali, pertama diarahkan ke gagang pintu hotel yang terkunci. Kedua, ke langit-langit hotel.

Korban yang merupakan Babinsa Pekojan menemui RW di halaman depan hotel. Korban pun menegur RW, namun oknum Marinir itu semakin emosi.

Dia pun mengeluarkan senjata tajam berupa badik dan mengancam, korban pun lari mencoba menghindar. Karena usianya yang lebih muda RW menusukkan pisau ke tubuh ASP.

 

Sumber : iNews.id