Oknum Perangkat Desa di Batanghari Diduga Pakai Ijazah Palsu

0
314
Ilustrasi. (Net)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Batanghari

Maraknya penggunaan ijazah palsu, membuat masyarakat resah, terutama generasi muda yang memiliki skill atau keahlian.

Ijazah palsu tersebut, kabarnya juga dipakai oknum kepala desa maupun perangkat desa.

Menggapi hal itu, Arian Arifin SPi yang juga Ketua LSM LP-Tipikor Nusantara Propinsi Jambi, memaparkan pasal yang dilanggar pemakai ijazah palsu.

Bahwa pada Pasal 263 KUHP : ayat (1) disebutkan “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak palsu, diancam, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

Dan ayat (2) diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan, seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian,”jelasnya.

Dalam konteks hukum ini, disebutkan, bahwa bukan hanya mereka yang membuat,  menjual atau menyebarkan ijazah palsu saja yang dapat dihukum, namun oknum yang menggunakan jjazah palsu juga dapat dihukum, ujarnya.

“Hari ini oknum Kades dan perangkat desa yang berijazah palsu tersebut telah merugikan Negara, bahkan secara tidak langsung telah menciderai nama baik masyarakat Batanghari dan  instansi Pemerintah Kabupaten Batanghari serta korps pegawai Republik Indonesia,”kata Arian Arifin, kepada media ini, Minggu (14/4/2019).

“Saya mengajak semua lapisan  masyarakat Batanghari, LSM dan para PNS yang berijazah asli untuk melaporkan para oknum pengguna ijazah palsu ke pihak kepolisian, supaya hal ini tidak terulang lagi,”tutupnya.

(Tim)