Beranda Hukum Oknum Polisi Ini Terjerat Kasus Video Mesum, Istri Temukan 5 Video Suaminya...

Oknum Polisi Ini Terjerat Kasus Video Mesum, Istri Temukan 5 Video Suaminya dengan Wanita Lain

254
0
Ilustrasi video porno di handphone. Dok.Tribun/Net

Buktipers.com – Medan

Seorang ibu Bhayangkari berstatus sebagai dokter berinisial RSW menemukan video porno yang diperankan sang suami.

RSW mengaku jika suaminya menyimpan lima video porno bersama wanita lain.

Suaminya saat ini menjabat sebagai salah satu di antara Kepala Unit (Kanit) di lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali.

Dengan melihat video tersebut, RSW pun melaporkan suaminya yang berinisial IWSD  ke Polda Bali.

Dalam laporannya pada Senin (8/7/2019) lalu, agar IWSD dikenakan dengan tindak pidana perselingkuhan dan kode etik.

Ibu dua anak ini mengaku tak habis pikir dengan perbuatan yang dilakukan suaminya.

Pengakuannya, IWSD beberapa kali diketahui selingkuh, yakni melalui medsos, baik Facebook dan pesan WhatsApp.

RSW menduga sang suami memiliki selingkuhan sudah sejak tahun lalu.

Karena tidak ketangkap basah sehingga suaminya selalu mengelak dan marah-marah.

Prahara rumah tangga pasutri dua anak ini mulai retak sejak awal 2018 lalu.

Baca Juga!  Pra TMMD, Kodim 0426 Mulai Tanam Gorong - gorong

Kata RSW, IWDS jarang pulang rumah.

Sifatnya berubah total.

“Selalu marah-marah, bahkan selalu berteriak untuk cerai,” ujar RSW, selasa (16/7/2019).

RSW pun bingung dengan tingkah laku sang suami.

Ia mulai menaruh curiga lantaran ada orang ke tiga dalam rumah tangganya.

Seiringnya waktu, perselingkuhan terungkap pada Agustus 2018.

RSW mengaku sangat sedih, bercampur malu atas perilaku suaminya.

Prahara rumah tangga yang renggang karena diduga adanya orang ke tiga itu ternyata benar setelah diketahui dari kelima video porno yang ditemukannya tersebut.

“Saya sangat sedih dan sangat menyayangkan perilaku suami. Sebab saya tak sengaja melihat langsung lima video bokep suami dengan seorang wanita muda,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelum mengetahui adanya lima video tersebut, ia sedang mengerjakan tugas kantor menggunakan komputer di rumah.

Komputer itu dipakai bergantian bersama sang suami.

Baca Juga!  Polres Nias Selatan Kembali Sita 280 Liter Tuak Suling

Kemudian ia tak sengaja membuka satu persatu folder yang ada dalam file komputer.

Dan ternyata di salah satu folder yang disimpan secara tersembunyi terdapat video porno.

Ada lima video dengan durasi berbeda.

Ia melihat, sang suami dengan wanita itu sama sekali tak berbusana dan melakukan hubungan intim.

“Demi menjaga keutuhan rumah tangga, saya tidak mengancam atau memarahi  suami dan justru bertanya secara baik-baik.

Sayang pertanyaan saya direspon dengan ancaman dan lain sebagainya, termasuk mengancam untuk menceraikan saya,” jelasnya.

Kemudian, ia mencari dan bertemu wanita selingkuhan suaminya agar tidak merusak rumah tangga mereka.

Namun hal tersebut sia-sia.

“Ya percuma, kurang lebih beberapa bulan sebelum melapor, justru saya diusir dengan paksa di awal 2019. Kini saya tinggal bersama anak kedua saya.”

“Sebagai seorang Bhayangkari, saya tidak ingin ada anggota Bhayangkari lainnya yang mengalami nasib seperti saya.”

Baca Juga!  Diduga Kasus Gratifikasi Proyek Di Labuhan Batu, Pangonal Harahap Ditangkap KPK Di Bandara Soekarno-Hatta.

“Karena itu, saya terpaksa melaporkan perbuatannya. Saya berharap agar masalah ini di proses secara pidana. Baik secara pidana di Krimum Polda Bali dan kode etik di Propam Polda Bali,” ujarnya.

Laporan di Krimum Polda Bali diterima dengan Pengadian Masyarakat, Nomor. Dumas / 178/ VII/ Ditreskrimum, 8 Juli 2019 dan Dibidang Provesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali dengan nomor LP/ 20/ VII/ Huk.12.10/ SPP Tanggal 8 Juli 2019.

“Terus terang bukti lima video berbagai durasi. Bila perlu saya tunjukkan ke Kapolda bahkan ke Kapolri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja yang dikonfirmasi mengatakan masih mengecek laporan tersebut ke Bid Propam Polda Bali.

“Tapi intinya jika terbukti atau tertangkap tangan akan diproses secara pidana maupun etiknya,” tegas Kombes Hengky.

 

Sumber : tribunnews.com

Loading...