Operasi Razia Kafe, Berujung Maut

0
703
IMG-20180114-WA0042
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Sementara dugaan penyebab kematian pelayan kafe tersebut hingga saat ini belum diketahui pasti dan peristiwa tersebut masih dalam Penanganan Proses lebih lanjut oleh pihak Polres Tapteng yang telah terjun kelokasi TKP.
Sementara, Kepala Satpol PP Tapteng Hikmal Batubara membenarkan bahwa pada Minggu (14/1/2018), pihaknya menggelar razia dengan mengerahkan sebanyak 60 personil dengan menyasar 3 titik lokasi di Tapteng, yakni Tanah Merah, Kecamatan Pinangsori, Sipeapea dan Pantai Binasi, Kecamatan Sorkam.

“Ia, 60 personil hanya satpol PP saja,” ujar Hikmal.

Disinggung dengan penemuan mayat seorang pelayan kafe yang ditemukan di kafe yang berada di Desa Sipeapea usai pihaknya menggelar razia, Hikmal menuturkan tidak tau menau akan hal itu, dan selama bawahannya melakukan operasi razia dikatakannya tidak diperkenankan untuk melakukan pemukulan.

“Manalah tau kami pulaknya itu, kepemimpinan saya tidak satupun dibenarkan untuk melakukan pemukulan saat operasi atau menggelar razia. Trus yang kami dapat tadi malam yang sehat-sehat semua, yang kami tau anggota saya menangkap pelayan-pelayan itu yang ada disitu yang sehat-sehat semua, Kalau sakit pulak yang meninggal ya diluar kemampuan kami mengetahui itu,”ucapnya.

Ia juga menuturkan, setelah pihaknya menggelar razia di Kafe yang berada di Desa Sipeapea tersebut, pihaknyapun meninggalkan lokasi antara pukul 01:00 – 02:00 WIB dengan membawa 2 orang pelayan dari kafe tersebut. Dan selama menggelar operasi razia di kafe tersebut, pihaknya tidak menemukan ada pelayan yang sakit ataupun meninggal.

“Jam 1 atau jam 2 tadi malam, yang penting, selama kita melakukan operasi, kita tidak ada melihat yang sakit atau meninggal, buktinya mereka sehat, bisa mereka lari,”tuturnya.

Dijelaskannya lebih jauh, hasil dari operasi razia yang digelar pihaknya pada Minggu (14/1) itu, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 12 orang pelayan kafe dan saat ini telah dikirimkan ke Parawasa Brastagi untuk menjalani pembinaan.

“Ada 12 orang, dari tanah merah 10, dari sipeapea 2, dan sudah langsung diantar tadi pagi ke parawasa untuk dibina usai didata tadi pagi semua, kira-kira jam 5,”Ungkap Hikmah Batubara mengakhiri. (JP)